KH. Dr. A. Busyro Karim, Isro’ Mi’roj dan Satu Abad NU; 5 Kekuatan NU Harus Terus dijaga

oleh
KH. Dr. A. Busyro Karim Saat Mengisi Acara Satu Abad NU dan Isro' Mi'roj PCNU Sumenep, Sabtu (31/02/2026).

Penamadura.com, Sumenep 01 Februari 2026 – Tokoh Nahdlatul Ulama, KH. Dr. A. Busyro Karim, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki lima kekuatan besar yang harus terus dimaksimalkan agar NU tetap kokoh dan berperan strategis dalam kehidupan umat dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus rangkaian peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama.

Menurut KH. Busyro Karim, kekuatan pertama NU terletak pada silaturrahim yang kuat, baik antar pengurus, antar lembaga, maupun antar daerah. Silaturrahim menjadi fondasi utama yang menjaga persatuan dan kekompakan warga NU.

“Kekuatan NU yang pertama adalah silaturrahim. Hubungan antar pengurus, antar lembaga, dan antar daerah harus terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya.

Kekuatan kedua, lanjutnya, adalah mujahadah dan doa, termasuk istighadah. Tradisi spiritual ini menjadi ruh perjuangan NU yang tidak boleh ditinggalkan.

“NU harus terus menjaga mujahadah, doa, dan istighadah. Inilah kekuatan batin yang selama ini menjaga NU tetap istiqamah,” katanya.

Ketiga, NU harus serius melakukan penguatan sumber daya manusia (SDM) warga NU agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri ke-NU-an.

Keempat, struktur organisasi NU harus hidup dan aktif, mulai dari tingkat pusat hingga ranting. Menurutnya, struktur yang berjalan dengan baik akan memperkuat gerak organisasi dan pelayanan kepada umat.

Kelima, KH. Busyro Karim menekankan pentingnya penguatan dan pengelolaan sumber daya alam serta potensi ekonomi warga NU agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan jamaah dan jam’iyah.

“Potensi sumber daya alam dan ekonomi warga NU harus dibangun dan diperkuat agar NU tidak hanya kuat secara spiritual dan struktural, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

Ia berharap, memasuki abad kedua, NU mampu memaksimalkan seluruh kekuatan tersebut untuk terus berkhidmat kepada umat, agama, dan bangsa.

NU sebagai lembaga organisasi keagamaan terbesar harus terus menjaga silaturrahim dengan Pemerintah, Birokrat dan semua lembaga Pemerintah untuk menjaga dan mengabdi kepada NKRI.(Man/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *