Pena Madura, Sumenep, 12 Februari 2026 – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar manasik haji terintegrasi sebagai langkah pemantapan persiapan bagi 1.331 jamaah haji yang akan diberangkatkan pada musim haji 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Korpri Kota Sumenep, Kamis (12/2/2026).
Kepala Kemenhaj Sumenep, Ahmad Halimy, menegaskan bahwa manasik terintegrasi menjadi bagian penting untuk menyelaraskan pemahaman jamaah, baik terkait tata cara ibadah haji, kesiapan fisik, maupun teknis perjalanan sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Pembekalan ini kami integrasikan agar jamaah tidak hanya paham rukun dan wajib haji, tetapi juga siap secara fisik dan disiplin selama perjalanan, termasuk saat di asrama haji dan bandara,” kata Ahmad Halimy.
Ia mengimbau jamaah untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sejak sekarang, seperti menjaga asupan makanan, memperbanyak istirahat, serta melakukan aktivitas fisik ringan. Menurutnya, kondisi fisik yang prima akan sangat menentukan kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Selain manasik tingkat kabupaten, Kemenhaj Sumenep juga menjadwalkan manasik di tingkat kecamatan sebanyak empat kali di setiap kecamatan. Program berjenjang ini diharapkan mampu menjangkau seluruh jamaah secara merata serta memudahkan proses pendampingan.
Pada kegiatan tersebut, dilakukan pula penyematan slayer jamaah haji oleh Kepala Kemenhaj Sumenep sebagai simbol kesiapan dan kebersamaan jamaah menuju keberangkatan haji 2026.
Tahun ini, jumlah jamaah haji Sumenep tercatat sebagai yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Para jamaah terbagi dalam empat kloter, yakni kloter 77, 78, dan 79 (kloter penuh) serta kloter 81 (gabungan).
Sesuai jadwal, jamaah haji Sumenep akan masuk Asrama Haji Surabaya pada 11 Mei 2026 dan diberangkatkan menuju Arab Saudi pada 12 Mei 2026 melalui Bandara Juanda Surabaya dengan tiga jadwal penerbangan, pukul 09.55 WIB, 15.55 WIB, dan 19.55 WIB, dengan tujuan Bandara Jeddah.
Kemenhaj Sumenep berharap, melalui rangkaian manasik terintegrasi ini, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib, lancar, serta memperoleh kemudahan selama berada di Tanah Suci. (Red/Emha)





