Pena Madura, Sumenep, 08 Mei 2025 – PT. BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah haji dengan memberikan atribut khusus berupa syal kepada Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep, Madura, JawaTimur.
Syal berlogo bendera Indonesia, Kementerian Agama, Pemkab Sumenep, dan BPRS Bhakti Sumekar itu menjadi penanda identitas yang memudahkan jemaah saat menjalani ibadah di Tanah Suci. Syal identitas tersebut terlihat dipakai oleh seluruh jamaah haji saat pemberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, H. Abdul Wasid, mengonfirmasi bahwa syal tersebut merupakan sumbangan dari BPRS Bhakti Sumekar.
“Iya benar, itu pemberian dari BPRS Bhakti Sumekar untuk calon jemaah haji asal Sumenep,” katanya.
Wasid menjelaskan, ide pemberian syal ini sangat membantu jemaah agar lebih mudah saling mengenali, terutama saat berada di lokasi padat seperti Masjid Nabawi atau Masjidil Haram.
“Agar mudah mengenali satu sama lain, apalagi di tengah keramaian yang luar biasa,” ujarnya.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyebut bahwa inisiatif ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian lembaganya terhadap masyarakat.
“Syal ini menjadi tanda kebersamaan dan juga berfungsi memudahkan para jemaah mengenali satu sama lain, bahkan koper atau tas mereka,” tuturnya.
Menariknya, pemberian syal dengan logo ini merupakan yang pertama dilakukan pada musim haji tahun 2025. Sebelumnya, atribut serupa pernah dibagikan, namun belum dilengkapi dengan identitas visual seperti logo.
“Baru tahun ini kami sertakan logonya. Harapannya, semoga atribut ini benar-benar bermanfaat bagi para jemaah,” terang pria yang akrab disapa Fajar tersebut.
Sebanyak 929 CJH asal Sumenep resmi dilepas keberangkatannya oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Rabu malam (7/5/2025) di GOR A. Yani.
Para jemaah tampak mengenakan batik ungu tua dan syal seragam dengan corak berbeda di setiap kloter, yang dirancang untuk memudahkan identifikasi saat ibadah Haji dinTanah Suci Mekah. (Red/Emha)





