Madinah, Penamadura.com – Jemaah haji Indonesia kembali mendapat apresiasi atas kedisiplinan dan akhlak mulia selama menjalankan ibadah di Kota Madinah. Ketertiban mereka saat mengantre memasuki Raudhah di Masjid Nabawi dinilai menjadi cerminan karakter jemaah Indonesia yang santun dan menghormati sesama.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj), Maria Assegaf, mengatakan hingga Jumat (19/6/2026), sekitar 99 ribu jemaah haji Indonesia gelombang kedua telah tiba di Madinah Al-Munawwarah setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Alhamdulillah, jemaah haji Indonesia gelombang kedua sudah secara bertahap tiba di Madinah Al-Munawwarah. Paling tidak sudah sekitar 99 ribu jemaah yang sudah tiba di Kota Nabi ini,” ujar Maria saat mendampingi jemaah menuju Raudhah.
Selama berada di Madinah, para jemaah memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, mulai dari salat berjamaah, berzikir, berselawat, hingga berziarah ke Raudhah yang menjadi salah satu tujuan utama umat Islam saat berada di Kota Nabi.
“Banyak aktivitas yang bisa dilakukan jemaah kita. Mulai salat berjamaah di Masjid Nabawi, berdoa, berzikir, berselawat. Bahkan juga berziarah ke Raudhah. Ini menjadi bagian terpenting dalam perjalanan spiritual para jemaah,” jelasnya.
Maria mengaku menyaksikan langsung bagaimana jemaah Indonesia tetap menjaga ketertiban selama mengantre memasuki Raudhah, meski harus berbagi ruang dengan jutaan jemaah dari berbagai negara.
“Tadi kami saksikan sendiri bagaimana jemaah ini menunjukkan ketertibannya, kedisiplinannya dalam melaksanakan antrean masuk menuju Raudhah. Ini penting di tengah jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia,” katanya.
Menurut Maria, perilaku tertib yang ditunjukkan jemaah Indonesia bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga mencerminkan akhlak mulia yang menjadi bagian dari nilai-nilai ibadah haji.
“Jemaah kita bisa menunjukkan akhlak mulianya untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah yang hadir dari berbagai negara,” tegasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian ibadah selama berada di Madinah dapat memperkuat keimanan sekaligus menjaga semangat kemabruran setelah kembali ke Indonesia.
“Semoga perjalanan ibadah jemaah haji gelombang II ini bisa menjadi ladang keimanan, memperkuat keimanan, dan menjadi keberkahan hingga nanti kemabruran hajinya dapat terus dipelihara sampai tiba di Tanah Air, insya Allah,” pungkasnya.
Pada fase pemulangan gelombang kedua, jemaah haji Indonesia dijadwalkan berada di Madinah selama sembilan hari. Setelah itu mereka akan kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz. Proses pemulangan jemaah gelombang kedua dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni 2026.
(M. Hariri, Media Center Haji 2026)
