Dishut Provinsi Jatim, Siap Membangun KEE Pulau Masakambing Sumenep

oleh
Dishut Provinsi Jatim, Siap Membangun KEE Pulau Masakambing Sumenep
banner 468x60

Pena Madura, Sumenep, 25 Mei 2022 – Komitmenmembangun Kehutanan di Provinsi Jawa timur terus dilakukan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jatim. Salah satunya dengan melakukan ekspedisi KEE Pulau Masakambing untuk kedua kalinya. Bahkan pada kesempatan kegiatan serupa juga selalu melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti pokdarwis, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat dan beberapa pemuda peduli lingkungan yang ada di masyarakat setempat.

Itu dilakukan mengingat masyarakat lokal sebagai pemegang kendali kepemilikan mayoritas area habitat burung kakak tua. Selain sebagai strategi konservasi berbasis masyarakat atau Community-Based Conservation (CBC) menjadi pertimbangan yang selain bertujuan agar burung kakak tua tetap hidup lestari.

banner 336x280

“Juga dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan manfaat dari segi ekonomi melalui optimalisasi potensi sumber daya alam di sekitarnya,” ungkap A Katri Atmodjo, perwakilan Tim ekspedisi kali ini pada media.

Nah menurutnya, keberlangsungan hidup Kakatua Kecil Jambul Kuning sub spesies abbotti, berada diambang kepunahan. Habitat terakhir Cacatua sulphurea abbotti sampai saat ini hanya berada di Pulau Masakambing, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Maka melihat kondisi itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa segera menetapkan Pulau Masakambing sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) melalui Surat Gubernur Jawa Timur Nomor 188/166/KPTS/013/2020 tertanggal 13 April 2020 yang ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Nomor 188/120/KPTS/013/2021. Itu tentang Pengelola KEE Pulau Masakambing yang beranggotakan OPD-OPD serta lembaga masyarakat yang mempunyai komitmen dalam mendukung pelestarian burung kakak tua dan pembangunan di Pulau Masakambing.

“Kegiatan Pengelolaan KEE Pulau Masakambing dilaksanakan oleh Cabdin Kehutanan Wil Sumenep dengan tema *Ekspedisi Abboti #2* selama 8 (delapan hari) sejak tanggal 16 Mei s/d 23 Mei 2022,” terangnya, Rabu pagi.

Tak ayal jika Tim Ekspedisi ini merupakan kolaborasi dari Tim CDK Wil Sumenep dan Tim BBKSDA Wil IV Jawa Timur yang mempunyai misi strategis. Diantaranya, misi konservasi pengelolaan populasi dan habitat, yaitu upaya pelestarian burung kakak tua melalui kegiatan penghitungan populasi, peningkatan kualitas dan kuantitas keanekaragaman tegakan sebagai daya dukung kehidupan burung kakak tua dan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Pembinaan Kelompok Tani Hutan dan Pembentukan PKSM di Pulau Masakambing.

“Kami berharap dengan adanya upaya pelestarian bersinergi antara pemerintah dan masyarakat bisa menambah populasi burung kakak tua jambul kuning di tahun-tahun mendatang,” tukasnya.

Pasalnya, menurut Sumpena selaku Kasi Konservasi Wil IV BBKSDA, Hasil pengamatan terkait jumlah populasi, bahkan simpulkan ada 26 ekor burung kakak tua kecil jambul kuning yang sampai saati ini masih ada di Pulau Masakambing. Lalu juga terdapat 5 pohon sarang (3 pohon randu dan 2 di mangrove) serta 4 pohon tidur (pohon kelapa).

Selaku Ketua Tim Ekspedisi Abboti #2 sekaligus Kasi RLPM CDK Wil Sumenep, A Katri Atmodjo juga jelaskan pada ekspedisi kali ini dilaksanakan bimbingan teknis pengelolaan lebah madu jenis Trigona Sekaligus memberi bantuan berupa 5 koloni lebah dan biji2 tanaman Air Mata Pengantin sebagai salah satu sumber pakan kepada KTH Jambul Kuning. Harapan kita pada tahun 2023 ketersediaan pakan lebah.

“Baik dari tanaman lokal maupun hasil tanaman budidaya menjadi optimal dan selanjutnya Pulau Masakambing bisa dikembangkan menjadi sentra madu untuk wilayah Kecamatan Masalembu,” imbuhnya lagi.

Senada dengannya, Kepala CDK Wil Sumenep sekaligus sebagai Sekretaris Pengelola KEE Pulau Masakambing, Samsul Muarief tegaskan pelestarian burung kakak tua yang diikuti dengan program pemberdayaan masyarakat di Pulau Masakambing merupakan amanah langsung dari Gubernur Jawa Timur. Karenanya, Tim CDK Wil Sumenep sebagai instansi yang mengawali dan melaksanakan program pengelolaan KEE tersebut, wajib diikuti oleh OPD-OPD lain agar segera terjun langsung menyampaikan programnya masing-masing di Pulau Masakambing Sumenep.

“Itu dalam rangka mendukung kualitas dan kuantitas keanekaragaman tegakan di Masakambing, CDK Wil Sumenep juga telah memberikan bantuan tanaman buah-buahan secara bertahap, antara lain 400 batang yang terdiri dari jenis Kelengkeng, Rambutan dan Matoa kepada masyarakat dan telah ditanam pada tahun 2021,” ujarnya.

Lalu, selanjutnya akan diikuti dengan bantuan bibit 400 batang pada tahun 2022. Dari hasil evaluasi diperoleh hampir 98 % tanaman diterima dan dirawat masyarakat serta tumbuh dengan sangat baik. Program bantuan bibit ini merupakan salah satu stimulan agar seluruh elemen masyarakat lebih bersemangat dalam upaya pelestarian ekologi di Pulau Masakambing pada khususnya.

“Dari sisi pemberdayaan masyarakat CDK Wil Sumenep juga membentuk Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) yang berjumlah 4 orang yang bertugas menjadi fasilitator program kehutanan antara Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dengan masyarakat, serta turut serta dalam pembinaan kelembagaan di KTH setempat,” tutupnya. (Yud/Emha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *