Pena Madura, Sumenep, 9 Oktober 2025 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep memberikan apresiasi tinggi kepada Puskesmas Batuputih atas keberhasilan pelaksanaan imunisasi campak melalui program Outbreak Response Immunization (ORI).
Capaian ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang melanda Kabupaten Sumenep.
Kepala Dinkes-P2KB Sumenep, dr. Ellya Fardasah, menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan imunisasi campak di seluruh wilayah kerja puskesmas, sebagai bentuk respon cepat terhadap peningkatan kasus campak.
“Pelaksanaan imunisasi campak menjadi fokus utama kami agar penanganan KLB dapat dilakukan secara maksimal. Kami mengapresiasi upaya Puskesmas Batuputih yang mampu bergerak cepat dan efektif di lapangan,” ujar dr. Ellya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan campak di Kabupaten Sumenep sebagai KLB setelah mencatat 2.035 kasus dengan 17 kematian. Menyikapi hal ini, Dinkes-P2KB Sumenep bersama Puskesmas Batuputih meluncurkan program ORI sebagai bentuk imunisasi tanggap darurat.
Kepala Puskesmas Batuputih, dr. Nurhasanah, M.Kes, menjelaskan bahwa ORI bertujuan untuk memutus rantai penularan campak, dengan menyasar anak-anak usia 9 bulan hingga 7 tahun. Program ini dilaksanakan mulai 25 Agustus hingga 6 September 2025, dan dilanjutkan dengan kegiatan sweeping pada 8 hingga 14 September 2025 untuk menjangkau anak-anak yang belum sempat divaksin.
“Kami bekerja sama dengan lintas sektor untuk memperluas jangkauan imunisasi, baik di fasilitas kesehatan maupun di lingkungan sekolah dan posyandu. Total ada 2.907 anak yang menjadi sasaran ORI di wilayah Batuputih,” terang dr. Nurhasanah.
Lebih lanjut, dr. Nurhasanah menegaskan bahwa program ORI tidak hanya melindungi anak-anak yang menerima vaksin, tetapi juga memberikan perlindungan tidak langsung kepada kelompok rentan yang tidak dapat divaksin karena alasan medis.
“Pencapaian ini adalah hasil kerja sama yang solid antara tenaga kesehatan, orang tua, guru, dan masyarakat. Kami terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi demi memperkuat kekebalan komunitas,” tambahnya.
Dinkes-P2KB Sumenep berharap keberhasilan Puskesmas Batuputih dapat menjadi contoh bagi puskesmas lainnya dalam menghadapi KLB campak. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pengendalian wabah dan melindungi generasi muda dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (Red/Emha)





