Dinas Pendidikan Kembali Lakukan Uji Coba PTM Di Tengah Pandemi

oleh
Moh. Iksan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Memantau Pelaksanaan PTM di SDN Pajagalan 2
banner 468x60

Penamadura, Sumenep 26 Januari 2021 – Uji coba ketiga kalinya pendidikan tatap muka (PTM) sejak pandemi covid-19 kembali dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep jawa timur.

Uji coba pendidikan tatap muka kali ini dilakukan untuk semua jenjang pendidikan mulai taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), PTM diikuti separuh dari jumlah siswa, sementara separuhnya tetap menggunakan metode pembelajaran jarak jauh.

banner 336x280

Hari pertama uji coba dilakukan hari ini (26/01), untuk memastikan proses pembejaran menuju kenormalan baru (new normal), Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep memantau langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan kota Sumenep seperti di SDN Pajagalan 2 Kota Sumenep.

“kalau dinas pendidikan mensyaratkan untuk ptm kami ptm, karena memang ptm ini sebuah kebutuhan, anak-anak tidak maksimal ketika melakukan pembelajaran jarak  jauh,” kata Nurut Taufik, Selasa (26/01/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Iksan mengatakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi saat ini dilakukan untuk memulai kenormalan baru, namun bagi orang tua siswa yang masih khawatir karena kondisi anaknya dan sebagainya, sekolah tidak boleh memaksakan harus ikut pembelajaran tatap muka sehingga tugas sekolah selain melakukan pembelajaran tatap muka juta pembelajaran jarak jauh.

“Kebijakan kami adalah pembelajaran ini uji coba kepada mungkin orang yang khawatir was-was dipersilahkan atau mungkin kondisi anaknya belum sehat munggo tidak masuk dulu, kewajiban sekolah adalah memberikan pembelajaran model PJJ,” kata Kepala Dinas  Pendidikan, Moh. Iksan.

Selama uji coba PTM ini sekolah wajib mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan seperti menyediakan tempat cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Sementara itu updat data kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Sumenep  per 25 Januari 2021, kasus terkonfirmasi 1605, sembuh 1425 dan meninggal dunia 101, sementara sisanya 79 kasus masih menjalani isolasi dan perawatan di dua rumah sakit rujukan di  Sumenep.(Man/Emha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *