Pena Madura, Sumenep, 26 Oktober 2025 – Puncak peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berlangsung khidmat dan sarat makna melalui Prosesi Arya Wiraraja. Sebuah tradisi tahunan yang menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur dan sejarah berdirinya Kabupaten Sumenep.
Prosesi sakral yang digelar di depan Keraton Sumenep pada Sabtu malam (25/10/2025) dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, serta ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya upacara budaya tersebut.
Dalam prosesi tersebut, sejumlah peserta mengenakan busana adat khas kerajaan dan membawa pusaka serta simbol-simbol kebesaran masa pemerintahan Arya Wiraraja, pendiri dan penguasa pertama Keraton Sumenep.
Bupati Achmad Fauzi menegaskan bahwa Prosesi Arya Wiraraja bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk penghormatan dan pengingat bagi generasi penerus tentang nilai-nilai perjuangan, kebijaksanaan, dan kearifan leluhur.
“Arya Wiraraja bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga simbol kepemimpinan, keberanian, dan kebijaksanaan orang Sumenep. Melalui prosesi ini, kita meneladani semangat beliau dalam membangun daerah yang berkeadilan dan berbudaya,” kata Bupati Fauzi dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa semangat Ngopene Songennep tema Hari Jadi ke-756 menjadi pesan penting agar masyarakat terus menjaga warisan budaya sebagai kekuatan untuk menghadapi tantangan zaman modern.
Prosesi Arya Wiraraja diwarnai dengan berbagai penampilan budaya seperti tarian 1000 Topeng Dalang, musik saronen, serta arak-arakan pasukan kerajaan. Setiap unsur memiliki filosofi mendalam tentang kejayaan masa lampau dan semangat kebersamaan masyarakat Sumenep masa kini.
Para pelajar dan komunitas budaya juga dilibatkan untuk memperkuat partisipasi generasi muda dalam pelestarian tradisi. Pemerintah daerah berharap momentum ini bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal.
“Melalui pelibatan anak muda, kami ingin menegaskan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno, tetapi sumber inspirasi dan kebanggaan,” tambah Bupati Fauzi.
Dengan semangat melestarikan warisan leluhur, peringatan Hari Jadi ke-756 ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan jati diri Sumenep sebagai “kota budaya yang berakar kuat, bertumbuh maju” sejalan dengan visi pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai lokal dan kebersamaan masyarakat. (Red/Emha)





