Pena Madura, Sumenep, 2 Maret 2026 – Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperluas inovasi layanan berbasis teknologi dengan menargetkan sebanyak 90 sekolah di Kabupaten Sumenep untuk menerapkan sistem keuangan digital pada tahun 2026. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan di kalangan pelajar sejak usia dini.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan bahwa pengenalan layanan keuangan digital di lingkungan sekolah bertujuan membangun kesadaran generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak.
“Program ini tidak hanya mengenalkan sistem perbankan digital kepada siswa, tetapi juga membangun kebiasaan menabung dan memahami pengelolaan keuangan dengan baik sejak dini,” katanya.
Ia menjelaskan, digitalisasi layanan di sekolah diharapkan dapat mempermudah berbagai transaksi keuangan, termasuk pembayaran administrasi pendidikan maupun aktivitas menabung bagi para siswa.
Menurut Fajar, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi di sektor keuangan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Transformasi digital menjadi kebutuhan di era saat ini. Karena itu kami terus menghadirkan layanan yang lebih praktis, cepat, dan aman bagi nasabah,” jelasnya.
Selain mengembangkan program digitalisasi sekolah, BPRS Bhakti Sumekar juga terus memperkuat dukungannya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep melalui berbagai program pembiayaan dan pendampingan usaha.
Melalui berbagai inovasi tersebut, BPRS Bhakti Sumekar berharap dapat memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Red/Emha)






