oleh

SMK Aswaja dan PLS di Legung Barat Rata Dengan Tanah Setelah Angin Kencang dan Hujan Deras

Penamadura.com, Sumenep 23 Januari 2019 – Angin disertai hujan deras, menyababkan dua bangunan lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep ambruk dan rata dengan tanah, satu bangunan SMK sebanyak dua ruang dan Bangunan Lembaga pendidikan luar sekolah (PLS), kerugian taksi ratusan juta rupiah.

Syaiful anwar (30), Kepala SMK Aswaja Desa Legung Barat Kecamatan Batang-Batang Sumenep, mengatakan sebelum kejadian gedung sekolah ambruk, terjadi angin kencang dan hujan deras pada selasa sore (22/01/19), dan pada malam hari lampu padam sehingga pihak sekolah tidak bisa memonitor ke sekolah.

“Kemaren angin dan hujan deras terus tadi malam lampu padam sehingga kami tidak bisa memonitor ke sekolah” kata Syaiful Anwar, Rabu (23/01/2019).

Pihak sekolah baru mengetahui kondisi dua bangunan milik SMK Aswaja sudah roboh rata dengan tanah tadi pagi pas mau buka sekolah melihat kondisi bangunan sudah roboh, padahal bangunan tersebut baru di bangun tahun 2018 kemaren dengan dana swadaya dana swadaya dari masyarakat sekitar.

“Kami baru mengetahui gedung itu roboh tadi pagi pas mau kesekolah melihat bangunan sudah rata dengan tanah,” kata Syaiful.

Sehingga untuk kegiatanbelajar mengajar siswa SMK Aswaja tadi pagi terpaksa pinjam ruang kelas MI, satu ruang disekat menjadi dua kelas.

Sementara di tempat lain masih dalam satu lokasi, bangunan Lembaga pendidikan luar sekolah (PLS) juga roboh sebagian ruangan rata dengan tanah setelah di terjang angin kencang dan hujan deras, padahal banguan yang merupakan hasil swadaya tersebut belum selesai dan belum di tempati sama sekali.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed