Antisipasi Penyebaran Covid-19, Spanduk Berisi Penolakan Warga Pendatang Baru Bertebaran di Sumenep

oleh
Salah satu Spanduk Penolakan Terhadap Pendatang Baru di Perums BSA Kolor Sumenep
banner 468x60

Pena Madura, Sumenep 31 Maret 2020 –  Beredar sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap pendatang baru di Perumahan Bumi Sumekar Asri Kolor berdasarkan edaran Bupati Sumenep. Sementara humas pemkab sumenep mengaku belum tahu surat edaran Bupati terkait hal tersebut.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang sudah mewabah di beberapa daerah di jawa timur, sejumlah tempat di perubahan Bumi Sumekar Asri Desa Kolor terpasang beberpa spanduk berukuran besar bertuliskan Penolakan terhadap pendatang baru dari luar daerah dan luar negeri.

banner 336x280

Salah satu ketua RT di Perum BTN Kolor, Ibnu Hajar, mengatakan spanduk tersebut bukan edaran menolak tamu, tapi mewaspadai bahaya virus corona, sehingga oleh warga dilakukan antisipasi seperti itu memasang spanduk di gang-gang masuk perumahan.

“Bukan edaran menolak tamu tapi mewaspadai bahaya virus Corona,” tarang Ibnu Hajar, ketua RT 01/Rw 06 Desa kolor, Selasa (31/03/2020).

Menurutnya pesan dalam banner tersebut sebenarnya adalah setiap orang baru yang datang supaya melapor ke RT setempat, himbauan agar melapor tersebut tertulis di spanduk baris paling bawah karena kondisi sekarang memang sangat sensitif.

“kalau di saya orang baru harus lapor RT itu di banner tulisan paling bawah,” terang Ibnu.

Sementara itu Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Joko Sigit Supraworo ketika dikonfirmasi terkait isi spanduk tersebut pihaknya mengaku belum tahu ada edaran Bupati seperti itu.

“Saya belum tahu mas, dari Bupati enggak ada edaran, mungkin warga setempat itu, tidak ada kaitannya dengan Pak Bupati, belum tahu mas nanti tak cek lagi ya,” terang Joko Sigit  Supraworo saat di hubungi melalui sambungan Hanphone.

Sejak satu bulan belakangan ini warga Sumenep yang berada di ujung paling timur Pulau Madura memang resah dan khawatir dengan mewabahnya virus corona di beberapa daerah, apalagi pekan kemaren Kabupaten tetangga Pamekasan masuk Zona merah setelah ada salah satu warganya yang dinyatakan positif Covid-19.

Gelombang mudik warga Madura yang berada sedang bekerja di luar daerah Sumenep yang selama ini bekerja di beberapa daerah zona merah corona, berbondong-bondong pulang kampung, kondisi ini perlu segera di respon oleh pemerintah Kabupaten Sumenep dengan melakukan langkah-langkah kongkrit meningkatkan pengawasan terhadap mereka atau kalau perlu menyediakan tempat khusus untuk mereka agar mengisolasi diri selama beberapa hari kedepan.[Man/Emha]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *