oleh

Ada Sound System Bertuliskan Mitra Polisi Polsek Bluto Saat Penutupan Cafe Apoenk Kheta

Pena Madura, Sumenep, 28 September 2021 – Cafe Apoeng Kheta yang berada di bantaran Sungai Saroka, Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi ditutup oleh tim gabungan perizinan Kabupaten Sumenep.

Cafe itu sudah berulang kali melanggar peruntukan izin karena digunakan sebagai tempat karaoke remang-remang dan bahkan pesta narkoba. Tim dari dinas perizinan Satpol PP dan Kepolisian melarang cafe dengan pemilik atas nama Hamsuri itu beraktifitas sebelum melangkapi izin dan patuh pada ketentuan perizinan.

Cafe tersebut dipasang papan penutupan sementara serta pintu-pintunya dipasang stiker. Tak hanya itu bangunan cafe juga dipasang garis satpol pp.

Ada yang aneh dalam proses penutupan
Cafe Apoenk kheta itu karena dilokasi terdapat sound system bertuliskan ‘Mitra Polisi Polsek Bluto’. Sound yang berjumlah dua unit itu kemudian diamankan ke mobil patroli Polsek Saronggi.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sumenep, Purwo Edi enggan menanggapi pertanyaan para awak media saat dikonfirmasi keberadaan sound itu. Ia hanya menjelaskan ada tugas masing-masing.

Padahal pertanyaan dari para awak media tak hanya sekali, namun lagi-lagi Purwo tak mengubris dan hanya menjelaskan terkait proses penutupan cafe itu.

Menurut Purwo, penutupan itu dilakukan setelah timnya melakukan rapat menyikapi pelanggaran yang dilakukan Cafe Apoeng Kheta.

“Izin cafe ini sebenarnya sudah habis pada tahun 2018 lalu. Akhirnya setelah dirapatkan kita putuskan untuk ditutup sementara hingga pemilik melengkapi izinnya,” katanya, Selasa (28/9/2021).

Ia menjelaskan jika aktivitas cafe itu meresahkan masyarakat karena dijadikan tempat karaoke remang-remang dan pesta narkoba.

bahkan terbaru mantan Kepala Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, ditangkap Satresnarkoba Polres Sumenep, karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu bersama perempuan muda di cafe itu.

Perlu diketahui, Cafe Apoeng Kheta itu awalnya beroperasi sebagai rumah makan. Namun lama kelamaan berubah menjadi tempat karaoke dengan beberapa fasilitas room didalamnya. Tak hanya itu beberapa kali pihak kepolisian juga merazia narkoba di Cafe tersebut. (Emha/Man)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed