Wacana Pilkada Lewat DPRD Jadi Bahasan Hangat Diskusi Publik JMSI Sumenep

oleh
Wacana Pilkada Lewat DPRD Jadi Bahasan Hangat Diskusi Publik JMSI Sumenep

Pena Madura, Sumenep, 21 Januari 2026 – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep menggelar diskusi publik bertajuk “Pilkada Lewat DPRD: Solusi atau Kemunduran Demokrasi” di Hotel Kaberaz, Sumenep, Rabu (21/1). Kegiatan ini menjadi forum terbuka untuk mengkaji secara kritis wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

Diskusi yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut menghadirkan perwakilan fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Sumenep serta pengamat politik dan kebijakan publik. Berbagai sudut pandang disampaikan guna memberikan gambaran komprehensif kepada masyarakat terkait implikasi politik dan demokrasi dari wacana tersebut.

Sejumlah anggota DPRD Sumenep yang hadir sebagai narasumber berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, PKB, Demokrat, PPP, PAN, NasDem, serta Gerindra–PKS. Selain itu, pengamat politik dan kebijakan publik Dr. Wilda Rasail, M.A turut memberikan analisis akademis mengenai dampak wacana Pilkada melalui DPRD terhadap kualitas demokrasi lokal.

Ketua JMSI Sumenep, Supanji, dalam sambutannya menegaskan bahwa diskusi publik ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral media dalam mendorong literasi demokrasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, isu Pilkada melalui DPRD menyangkut langsung hak politik warga, sehingga perlu dibahas secara terbuka dan berimbang. Ia menekankan pentingnya partisipasi publik agar setiap kebijakan politik tetap berpijak pada prinsip demokrasi dan kepentingan rakyat.

“Media harus menjadi ruang dialog, bukan alat penggiring opini. Masyarakat perlu mendapat informasi yang utuh agar mampu menilai secara kritis wacana yang berkembang,” ujar Supanji.

Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pandangan yang saling melengkapi. Meski terdapat perbedaan sikap, para narasumber sepakat bahwa partisipasi publik dan transparansi harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap proses demokrasi.

Melalui diskusi ini, JMSI Sumenep berharap dapat memperkuat peran media sebagai penjaga demokrasi sekaligus mendorong edukasi politik yang sehat dan konstruktif bagi masyarakat. (Red/Emha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *