Pena Madura, Nasional, 06 Januari 2026 – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mochammad Irfan Yusuf, membuka secara resmi kegiatan Training of Trainers (TOT) Fasilitator Pendidikan dan Pelatihan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat dan PPIH Embarkasi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Dalam sambutannya, Menhaj RI menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah konstitusional sekaligus tanggung jawab moral dan spiritual negara yang harus dijalankan secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.
“Penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek teknis dan administratif, tetapi juga menyangkut harapan, doa, dan pengorbanan jutaan jamaah beserta keluarganya,” ujar Menhaj RI.
Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan haji sangat ditentukan oleh kualitas petugas haji. Oleh karena itu, fasilitator Diklat PPIH memegang peran strategis dalam menjaga standar mutu pelatihan serta membentuk karakter petugas yang akan bertugas langsung di Tanah Suci.
Menurut Menhaj, fasilitator tidak hanya berfungsi menyampaikan materi, tetapi juga membentuk pola pikir, sikap kerja, serta etos pengabdian petugas haji.
“Petugas haji adalah perpanjangan tangan negara dan Presiden dalam melayani jamaah,” tegasnya.
Dalam arahannya, Menhaj RI menekankan tiga hal utama, yakni profesionalisme berbasis kompetensi dan nilai, kesatuan persepsi terhadap kebijakan penyelenggaraan haji, serta kemampuan fasilitator dalam membimbing dan menginspirasi peserta diklat yang berasal dari latar belakang beragam.
Menhaj RI juga mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan dan pelatihan petugas haji terus ditingkatkan. Tahun ini, diklat petugas haji dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan penempatan yang layak sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu layanan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menjelaskan bahwa TOT diikuti oleh 179 peserta yang terdiri atas pembina, narasumber, pemateri, moderator, fasilitator, serta pengasuh kelompok dari unsur TNI, Polri, dan perwakilan 15 embarkasi.
“TOT ini merupakan bagian dari persiapan Diklat PPIH Arab Saudi Tingkat Pusat dan Embarkasi Tahun 1447 H/2026 M yang dilaksanakan pada 5–8 Januari 2026,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Haji dan Umrah RI berharap lahir fasilitator dan petugas haji yang semakin profesional, solid, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji Indonesia. (Red/Emha)





