Pena Madura, Sumenep, 22 Oktober 2025 – Upaya digitalisasi ekonomi mikro di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus digencarkan. Terbaru, Bank BPRS Bhakti Sumekar menggelar Bazar UMKM dan Pasar Murah yang sepenuhnya menerapkan sistem transaksi non-tunai melalui aplikasi BBS Mobile.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep, dan menjadi langkah nyata mendukung gerakan UMKM Go Digital.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan bahwa penerapan transaksi digital ini diharapkan bisa mengubah kebiasaan masyarakat dan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan.
“Transformasi digital adalah keniscayaan. Lewat bazar ini, kami ingin UMKM di Sumenep mulai terbiasa dengan transaksi non-tunai. Ini adalah bagian dari edukasi dan pembiasaan,” kata Fajar, Selasa (22/10/2025).
Menariknya, masyarakat yang bertransaksi menggunakan aplikasi BBS Mobile berkesempatan mendapatkan potongan harga hingga 50 persen. Diskon tersebut berlaku di seluruh stan yang tergabung dalam bazar.
Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha dari empat titik wilayah, yakni Bangkal, Diponegoro, Pasar Minggu, dan Tajamara. Selain transaksi digital, BPRS Bhakti Sumekar juga memfasilitasi layanan jemput tabungan bagi para pedagang kecil di wilayah tersebut setiap malam hari.
“Kami ingin menanamkan budaya menabung, bahkan dari penghasilan harian pedagang. Setiap malam petugas kami keliling menjemput setoran,” tambah Fajar.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang turut hadir dalam pembukaan bazar tersebut, mengapresiasi inisiatif BPRS Bhakti Sumekar.
“Langkah ini bukan hanya mendukung UMKM, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah, termasuk di wilayah kepulauan,” tutur Bupati Fauzi.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap kegiatan serupa bisa terus diperluas, sebagai bentuk sinergi antara sektor perbankan, UMKM, dan pemerintah dalam membangun Sumenep yang lebih maju dan inklusif. (Red/Emha)





