Pena Madura, Regional, 19 Oktober 2025 – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur menegaskan langkah konkret dalam membangun kemandirian ekonomi umat berbasis nilai-nilai keislaman dan kekuatan komunitas. Hal ini disampaikan dalam Seminar Nasional dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LPNU Jatim yang berlangsung di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya.
Mengusung semangat pemberdayaan dari akar rumput, LPNU Jatim menyoroti pentingnya penguatan tiga pilar ekonomi umat: koperasi, pesantren, dan UMKM. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan LPNU dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, serta kalangan akademisi dan mahasiswa.
Tiga pembicara nasional dihadirkan dalam forum strategis ini, masing-masing dari kementerian yang terkait langsung dengan pengembangan ekonomi rakyat.
Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Farida Farichah, M.Si, menekankan pentingnya korporatisasi petani melalui koperasi sebagai upaya membangun kedaulatan pangan berbasis komunitas Nahdliyyin.
“Koperasi adalah kendaraan utama agar petani kita tidak terus-menerus menjadi korban sistem pasar. Mereka harus bersatu, saling bantu, dan memperkuat jaringan distribusi melalui koperasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, M.M., MBA, menyampaikan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga produktif dalam sektor pertanian.
“Santri adalah agen perubahan. Bila kita dorong keterampilan dan akses mereka ke pertanian modern, maka kemandirian pangan bukan sekadar wacana, tapi bisa menjadi kenyataan,” tegasnya.
Sedangkan Reghi Perdana, S.H., LL.M., dari Kementerian Koperasi dan UKM, menyoroti pentingnya sinergi antara LPNU dan program-program pemerintah untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas.
“Jangan sampai program pemerintah hanya berhenti di atas kertas. LPNU punya peran strategis sebagai jembatan antara negara dan umat agar stimulus UMKM benar-benar menyentuh pelaku usaha kecil,” tuturnya.
Ketua PW LPNU Jawa Timur, Gus Wahyu A. Priambodo, menyatakan bahwa Rakorwil ini menjadi langkah konsolidatif sekaligus afirmasi atas peran LPNU sebagai penggerak ekonomi berbasis solidaritas sosial.
“Kami ingin pastikan bahwa LPNU bukan hanya bicara pemberdayaan, tapi juga hadir dan bekerja di lapangan melalui koperasi, UMKM, dan pesantren sebagai pilar utama ekonomi umat,” kata Gus Wahyu.
Melalui Rakorwil ini, LPNU Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk menjadi katalisator pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berkeadilan. Ke depan, sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat untuk memperluas dampak program ekonomi hingga ke tingkat desa. (Red/Emha)





