RSUD Sumenep Siapkan Ruang Isolasi Khusus Pasien Campak

oleh
RSUD Sumenep Siapkan Ruang Isolasi Khusus Pasien Campak

Pena Madura, Sumenep, 20 September 2025 Menghadapi lonjakan kasus campak yang mulai mengkhawatirkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengambil langkah cepat dengan menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien terinfeksi.

Direktur RSUD, dr. Erliyati, M.Kes, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi antisipatif rumah sakit untuk mencegah penyebaran virus campak, terutama di lingkungan fasilitas kesehatan yang rawan penularan.

“Kami tidak hanya bereaksi terhadap situasi, tapi juga melakukan langkah preventif. Mayoritas pasien datang dalam kondisi berat, seperti komplikasi bronkopneumonia hingga kejang akibat infeksi campak,” ujarnya.

Ruang isolasi yang disediakan dilengkapi dengan sistem kontrol ketat serta fasilitas perawatan intensif guna menjamin keamanan pasien maupun tenaga medis. Hal ini menjadi prioritas utama pihak rumah sakit dalam menjaga mutu layanan di tengah situasi darurat kesehatan.

“Isolasi ini kami desain dengan protokol keamanan tinggi agar penularan tidak meluas. Ini juga bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan maksimal,” lanjut dr. Erliyati.

Dari data internal rumah sakit, mayoritas pasien campak yang dirawat adalah balita dengan status imunisasi yang belum lengkap. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dasar lengkap.

“Kebanyakan pasien anak-anak belum menerima imunisasi campak sesuai jadwal. Ini yang menyebabkan kondisi mereka cepat memburuk saat terinfeksi,” jelasnya.

Ia pun mengimbau para orang tua untuk lebih disiplin dalam memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu.

“Imunisasi adalah langkah paling efektif mencegah campak. Jangan menunggu sampai anak jatuh sakit. Pencegahan jauh lebih baik dan murah dibanding pengobatan,” pungkasnya.

RSUD dr. H. Moh. Anwar berharap melalui langkah ini, penyebaran campak dapat ditekan dan kesadaran masyarakat terhadap imunisasi semakin meningkat. (Red/Emha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *