Jakarta, Penamadura.com – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia memasuki tahap akhir. Hingga hari operasional penyelenggaraan ibadah haji ke-69, sekitar 90 persen jemaah beserta petugas telah kembali ke Tanah Air. Meski demikian, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan pelayanan kepada jemaah akan terus diberikan secara maksimal hingga kelompok terbang (kloter) terakhir tiba di Indonesia.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan seluruh petugas haji tetap menjalankan tugasnya untuk memastikan setiap tahapan kepulangan berlangsung aman, tertib, dan sesuai jadwal.
Data operasional menunjukkan sebanyak 472 kloter telah tiba di Indonesia dengan total 184.322 orang, terdiri atas 182.435 jemaah dan 1.887 petugas haji. Dari jumlah tersebut, Gelombang I melalui Bandara Jeddah telah memberangkatkan 267 kloter atau 104.753 orang, sedangkan Gelombang II melalui Bandara Madinah mencapai 212 kloter dengan total 82.163 orang.
Kemenhaj terus mengawal proses kepulangan mulai dari keberangkatan di Arab Saudi, kedatangan di embarkasi, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah agar jemaah dapat melanjutkan perjalanan menuju daerah asal dengan lancar. Pendampingan juga diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi.
Menjelang kepulangan, jemaah diimbau menjaga kondisi fisik dengan beristirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menggunakan masker saat berada di keramaian apabila diperlukan.
Selain itu, Kemenhaj kembali mengingatkan agar jemaah tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Air zamzam akan dibagikan kepada seluruh jemaah melalui embarkasi di Indonesia sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Maria menegaskan, komitmen pemerintah adalah memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat, dan memperoleh pelayanan terbaik hingga berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026.
(M. Hariri, Media Center Haji 2026)
