oleh

Tantangan Perguruan Tinggi Semakin Komplek, PPLP PT PGRI Sumenep Gelar Sarasehan

Pena Madura, Sumenep, 18 Februari 2019 – Untuk menjawab tantangan pengelolaan perguruan tinggi yang semakin komplek, Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Sarasehan.

Sarasehan itu digelar selama dua hari mulai dari hari Sabtu hingga Minggu (16-17/02/2019) disalah satu hotel di Sumenep. Hampir seluruh badan penyelenggara perguruan tinggi PGRI se wilayah Jawa Timur hadir untuk ikut dalam kegiatan itu.

“Selain badan penyelenggara PT PGRI, acara itu juga diikuti pimpinan perguruan tinggi se Jawa Timur. Dari 28 perguruan tinggi PGRI di Jatim hampir seluruhnya ikut,” ujar Asmoni, Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep. Senin (18/02/2019).

Menurut Asmoni, kegiatan sarasehan itu selain sebegai forum silaturrahim antar pengelola perguruan tinggi dilingkungan PGRI, juga untuk merumuskan isu-isu terbaru untuk menjawab tantangan pengelolaan pendidikan tinggi kedepan.

“Jadi kita sesama pengelola PT PGRI harus saling membantu dan saling mendorong untuk kemajuan PT PGRI, termasuk permasalahan yang muncul diharapkan bisa diselesaikan secara bersama,” jelasnya.

Pemateri dalam kegiatan sarasehan itu, diantaranya Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah 7 Jawa Timur, Dr. Ir. Suprapto, DEA, dengan materi tentang “Strategi Pengelolaan Perguruan Tinggi”, dan Ketua Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) PGRI, Prof. Dr. Supardi US, M.M., M.Pd, yang menyampaikan materi tentang meyikapi isu-isu seputar perguruan tinggi.

Kegitan sarasehan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, yang memberikan sambutan sekaligus membuka acara. (Emha/Man)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed