oleh

Tak Punya Komputer sendiri, PKBM Tunas Harapan Kalianget Laksanan UNBK di SMK

Pena Madura, Sumenep 05 Mei 2018 – Penerapan Ujian Berbasis Komputer (UNBK) menjadi kendala tersendiri bagi sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, untuk melaksanakan ujian nasioanal. Seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Harapan Pinggir Papas, penyelenggara terpaksa numpang ke lembaga lain untuk melaksanakan UNBK Paket B Tahun 2018.

Demi untuk mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Lembaga Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Tunas Harapan Pinggir Papas, terpaska harus numpang ke lembaga lain yang memiliki fasilitas memadai baik komputer maupun sambungan internet, hal ini karena di lembaga PKBM Tunas Harapan yang menjadi tempat belajar pagi peserta paket B setara SLTP belum memiliki fasilitas yang di butuhkan.

“Saya harus numpang ke sekolah menengah kejuruan (SMK) Kalianget agar bisa melaksanan ujian berbasis komputer, karena terus terang kami tidak punya fasilitas komputer maupun internet,” kata Adi, penyelenggara UNBK Paket B Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Tunas Harapan Pinggir papas, Sabtu (05/05/2018).

Jumlah peserta UNBK paket B di lembaga Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Tunas Harapan Pinggir Papas sebenarnya ada 20 peserta didik, namun pada saat pelaksanaan Ujian nasional ternyata banyak yang berhalangan ikut dengan berbagai alasan, antara lain melahirkan dan kerja mencari nafkah keluar daerah.

“Peserta didik yang harus ikut UNBK sebenarnya ada 20 orang, namun yang ikut UNBK sekarang hanya 10 orang, sisanya mungkin ikut susulan nanti,” kata Adi, menambahkan.

Peserta UNBK paket B memang beraneka ragam usia, ada yang sudah berusia lanjut tapi mereka masih semangat belajar dan ikut ujian karena ingin mendapatkan ijazah agar bisa bekerja dengan menggunakan ijazahnya nanti, seperti yang di akui salah satu peserta UNBK bernama Jumad (45) yang selama ini bekerja sebagai koli angkut di pelabuhan kalianget.

“Saya ingin kalau punya ijazah nanti melamar di pelayaran siapa tahu bisa di terima, karena selama ini saya menjadi koli di pelabuhan,” kata Jumad, di temui usai mengerjakan UNBK di SMK Kalinget.

Adi, Penyelenggara UNBK 2018 paket B dari PKBM Tunas Harapan pinggir papas berharap kedepan dinas pendidikan sumenep memberikan perhatian khusus bagi peserta didiknya dengan memberikan bantuan sarana komputer dan internet, sehingga bisa menunjang kenyamanan belajar bagi peserta didik paket B.

“semoga nanti dinas pendidikan sumenep memperhatikan kebutuhan pendidikan di PKBM Tunas Harapan pinggir papas utamanya sarana komputer dan internet yang sangat kami butuhkan,” kata Adi, menambahkan.

UNBK Paket B atau setara SLTP di laksanakan selama tiga hari (04-06/05/2018), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Harapan Pinggir papas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, merupakan satu-satunya lembaga pendidikan paket B di kecamatan Kalianget yang masih aktif untuk mengentaskan tingginya buta huruf di kabupaten sumenep.(Man/ Emha).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed