oleh

Surat Suara Tercoblos Pemungutasn Suara di Hentikan di Masalembu Sumenep

Penamadura.com, Sumenep 18 April 2019 – Kasus Puluhan surat suara ditemukan tercoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 3 Desa Masalima Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa timur. Surat suara tercoblos tersebut diduga dilakukan KPPS setempat.

Dugaan kecurangan ditemukan oleh beberapa calon pemilih, yang kaget saat akan mencoblos ternyata surat suaranya sudah dalam kondisi tercoblos.

“kabarnya ada pencoblosan yang dilakukan KPPS,” terang Anwar Nuris, ketua bawaslu Sumenep, Kamis (18/04/2019).

Atas temuan tersebut proses pemungutan suara di TPS 3 Desa Masalima Kecamatan pulau Masalembu di hentikan dan belum ada keputusan sampai sekarang apakah akan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) atau seperti apa selanjutnya.

Bawaslu Kabupaten Sumenep masih menunggu proses lebih lanjut yang dilkukan Panwasam Masalembu, pihaknya mengaku terkendala tekhnis karena jarak yang cukup jauh daratan sumenep dan kepulauan Masalembu.

“kita sulit untuk melakukan komunikasi dengan petugas disana sejauh mana perkembangan kasus tersebut,” terang Nuris.

Surat suara yang tercoblos itu hampir rata semua surat suara DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, hingga surat suara Capres-Cawapres dengan jumlah suara yang bervariatif.

DPRD Kabupaten 69 surat suara, DPRD Provinsi 68 surat suara, DPR RI 59 surat suara, ketiganya berasal dari PDI Perjuangan, sementara untuk Calon Presiden dan Wakil Presiden yang tercoblos paslon 01 Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amin sebanyak 70 surat suara.

Terpisah, Ketua KPU Sumenep A. Warits membenarkan adanya surat suara tercoblos sebelum pemungutan suara dilakukan di pulau Masalembu, saat ini petugas KPPS tersebut Sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

“Informasi yang kami terima memang, KPPS yang itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian, sebelum kejadian itu, proses pemilihan di TPS itu berlangsung baik baik saja,” terang Waris.

Soal potensi Pemungutan Suara Ulang (PSU), Warits mengaku belum bisa berspekulasi, apakah mau PSU atau tidak, karena masih menunggu laporan PPK tentang uraian kronologi lengkap kejadian tersebut. Pungkasnya.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed