oleh

Sumur Maut, Empat Warga Sumenep Tewas Saat Perbaiki Pompa Air

Pena Madura, Sumenep 13 April 2018 – Perbaiki Mesin Air di dalam Sumur, Empat Warga Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, tewas di dalam Sumur.

Para korban di duga kehabisan oksigen dan menghirup gas beracun di dalam sumur, akibatnya korban lemas dan jatuh ke dasar sumur hingga beberapa jam tak mendapat pertolongan akhirnya mereka tewas.

Peristiwa sumur maut yang meregang empat nyawa tersebut berawal ketika pada Kamis sore (12/04/2018) salah satu korban pemilik sumur bernama, Tosan (45), bersama Tikyono (19) Putra sulung Tosan, bermaksud hendak mengairi tegal jagung miliknya menggunakan mesin Konor (Pompa air) yang di taruk di dalam sumur.

“Awalnya Tosan menghidupkan mesin pompa di dalam sumur, di temani anaknya yang bernama Tikyono,” Kata Akp Abd Mukid, Kasubag humas polres Sumenep, Kamis (12/04/2018).

Setelah mesin pompa air hidup, Tosan bermaksud memperbaiki posisi mesin yang di sangga menggunakan bambu, saat itulah Tosan merasa pusing dan lemas hingga tak berdaya akhirnya jatuh ke dasar sumur.

Mengetahui ayahnya jatuh ke dasar sumur, Tikyono kemudian berteriak minta tolong, akhirnya warga banyak yang datang dan tiga orang turun ke dalam sumur menggunakan tali bergiliran untuk menolong korban, namun ketiga korban mengalami nasib sama jatuh ke dasar sumur dan tidak bisa kembali dan semuanya tewas di dalam sumur.

Identitas para korban yaitu; Tosan (45) tahun, Pemilik Sumur, Warga dusun Mongguk Desa Juruan daya Kecamatan Batu Putih, Sugik (27), Junaidi (28) Sumahbi, (47) ketiganya warga dusun Mura’as Desa Badur Kecamatan Batu Putih.

Sekitar pukul 20.30 wib keluarga korban meminta tolong warga bernama, Sapran (45), warga dusun parebean desa Nyabekan Timur Kecamatan Batuputih, untuk menolong para di dalam sumur.

Sekitar 2,5 jam kemudian pada pukul 22.00 wib seluruh korban akhirnya bisa dikeluarkan dari dalam sumur dalam keadaan sudah tewas, keluarga korban menolak dilakukan visum dan dibawa ke rumah masing masing.

“Keluarga korban menolak untuk di lakukan visum karena menganggap mereka laka sendiri,” Jelas Mukid, pungkasnya. (Man/Emha).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed