oleh

Sulit Air Bersih, Warga Kombang Talango Kerap Mandi Air Laut

Pena Madura, Sumenep, 27 September 2018 – Bencana kekeringan terus meluas di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa timur, kondisi tersebut membuat warga yang daerah rawan kekeringan harus berjuang keras untuk mendapatkan air bersih selain mengandalkan bantuan pemerintah.

Salah satu daerah yang masuk kekeringan kritis yaitu Desa Kombang Kecamatan Talango Pulau Poteran Kabupaten Sumenep, Madura Jawa timur, Sulitnya sumber mata air membuat Warga Kombang terpaksa harus super irit menggunakan air bersih.

Masdiyanto, (38) salah satu tokoh masyarakat setempat mengaku berbagai usaha telah di lakukan warga untuk mendapatkan sumber mata air, seperti menggali sumur dan melakukan pengoboran sumur, namun airnya hanya ada ketika musim hujan saja, musim kemarau sumur banyak yang kering.

“Pengeboran dan menggali sumur sudah sering di coba oleh warga disini, namun airnya hanya ada ketika musim hujan saja, musim kemarau kering” kata Masdiyanto, Kamis (27/09/2018).

Menurut Masdiyanto, ketika musim kemarau seperti sekarang warga kadang sehari hanya sekali mandi, bahkan kalau terpaksa mereka mandi air laut kemudian di kasih air tawar hanya satu gayung saja untuk menghilangkan asin.

“warga kadang mandi di air laut kemudian untuk menghilangkan asin di tambah satu gayung air tawar” jelas Masdiyanto.

Sehingga ketika ada bantuan air bersih dari pemerintah yang di salurkan oleh Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, warga sangat senang dan mereka langsung mengisi tempat penampungan air di rumahnya seperti drum atau tempat penyimpanan pribadi seperti jading.

BPBD Sumenep mengaku Desa kombang termasuk salah satu daerah yang rawan kekeringan kritis, sehingga pihaknya berusaha semaksimal mungkin menyalurkan bantuan air bersih seminggu sekitar tiga kali.

“Desa Kombang termasuk daerah rawan kekeringan kritis, sehingga BPBD memberikan bantuan air bersih semaksimal mungkin” kada Dahlan, salah satu petugas lapangan BPBD Sumenep.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed