oleh

Rumah Sakit Kepulauan Mangkrak, Anggota DPRD Anggap Pemerintah Hancurkan Harapan Besar Masyarakat Kepulauan

Pena Madura, Sumenep, 17 September 2019 – Masyarakat di daerah Kepulauan, mulai dari Kecamatan Arjasa, Kangayan dan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mempunyai tiga harapan besar dari pemerintah terkait pelayanan Publik.

Tiga harapan tersebut diantaranya Rumah Sakit Kepulauan, Bandara Kepulauan dan Listrik menyala 24 jam. Hal ini disampaikan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep dari Kepulauan, DulSiam.

Harapan tersebut selalu ditunggu realisasinya namun higga kini belum semuanya terpenuhi. Bahkan rumah sakit kepulauan yang dibangun Pemkab Sumenep di Desa Pabian, Kecamatan Arjasa, Pulau kangean berpotensi tak berjalan sesuai rencana.

Hal itu karena pembangunannya yang dilakukan tahun 2018 lalu di putus kontrak karena kontraktor pelaksana tak bisa meyelesaikan sesuai dengan tenggat waktu di kontrak. Akibatnya hingga kini bangunan rumah sakit kepulauan itu mangkrak.

Menurut Dulsiam, mangkraknya pembangunan rumah sakit sudah menghancurkan salah satu dari tiga harapan besar masyarakat kepulauan untuk memiliki lembaga kesehatan yang layak. Padahal rumah sakit yang direncanakan mulai beroperasi tahun 2020 itu sudah sangat didambakan warga sejak lama.

“Sebagai wakil dari warga kepulauan kita sangat menyayangkan dan menyesalkan mangkraknya pembangunan itu. Padahal itu sudah menjadi dambaan warga kepulauan untuk memiliki rumah sakit sendiri,” katanya. Selasa (17/09/2019).

Politisi dari PKB itu mengaku sudah mendukung upaya Pemkab Sumenep dengan memperjuangkan anggaran di legislatif untuk pembangunan rumah sakit. Namun kenyataan dilapangan tidak sesuai harapan.

“Itu kan anggaran pembangunan awal pada tahun 2018 nilainya 4,6 miliar rupiah. Selain itu sebenarnya ada anggaran lagi tahun ini untuk pembangunan lanjutan sekitar 20 miliar rupiah karena itu targetnya tahun 2020 sudah beroperasi,” tambahnya.

Atas nama masyarakat kepulauan, Dulsiam mendesak Pemkab Sumenep, dalam hal ini Dinas Kesehatan selaku pengguna anggaran untuk segera melanjutkan pembangunan fisik dari rumah sakit.

“Kita mendesak Pemkab untuk segera melanjutkan pembangunan fisiknya. Karena masyarakat kepulauan saat ini sangat membutuhkan keberadaan rumah sakit itu,” terangnya.

Selama ini, warga kepulauan hanya memanfaatkan layanan medis ditingkat puskesmas, namun saat membutuhkan penanganan lanjutan harus ke rumah sakit di daratan yang membutuhkan perjalanan laut cukup jauh.

Saat ditanya terkait tenaga medis, Dulsiam tidak menampik jika Pemkab Sumenep sudah melakukan rekrutmen untuk mengisi kebutuhan operasional rumah sakit kepulauan tersebut. Tapi berdasarkan informasi yang diterimanya, tenaga medis yang sudah direkrut saat ini terpaksa ditempatkan di lembaga kesehatan lain di wilayah kepulauan. (Emha/Man).                     

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed