oleh

Ratusan Pemudik Tujuan Masalembu Tertahan di Pelabuhan Sumenep

Pena Madura, Sumenep – Ratusan warga Kepulauan Masalembu tertahan di Pelabuhan Kalianget Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, karena cuaca buruk. Pelayaran Kapal Tol Laut Sabuk Nusantara 92 tujuan Masalembu di tunda karena cuaca

Ratusan warga yang akan mudik ke Pulau Masalembu saat ini bertahan di terminal Pelabuhan Kalianget Sumenep, ada yang sudah empat hari bahkan ada yang mengaku sudah tujuh hari tertahan di pelabuhan dan belum ada kepastian jadwal kapal.

“Saya sudah empat hari disini menunggu kapal berangkat ke Masalembu, tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan akan berangkat,” kata Vania, salah satu penumpang tujuan Masalembu, Rabu (29/05/2019).

Penumpang yang tertahan di pelabuhan kalianget sekitar tiga ratus orang, mereka sebagian bertahan di dalam terminal penumpang dan sebagian terpaksa tiduran diluar disekitar pelabuhan karena tidak ada pilihan tempat lagi.

“penumpang banyak bahkan ada yang tiduran di luar disana karena disini (terminal) tidak muat,” terang Vania.

Sementara itu kepala Syahbandar Pelabuhan Kalianget, Supriyanto, Kapal Tol Laut Sabuk Nusantara seharusnya berlayar ke Masalembu tanggal 27 mei kemaren, tapi mengalami keterlambatan datang sehingga baru tanggal 28 mei kemaren tiba di Pelabuhan Kalianget.

“seharusnya tanggal 27 kemaren berangkat tapi mengalami keterlambatan dan baru tanggal 28 kemaren masuk di Kalianget, Kepala Syahbandar Kalianget, Rabu (29/05/2019).

Menurut Syahbandar berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG kondisi cuaca di Pulau Masalembu tanggal 29-30 mei tidak bersahabat, angin kencang mencapai 26 knot perjam dan tinggi gelombang mencapai 3 meter.

“Bukan maksud kami ingin menahan pelayaran tapi memang informasi dari bmkg kondisi cuaca sedang jelek dan demi keselamatan pelayaran di tunda sampai kondisi membaik,” terang supriyanto.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed