oleh

Puting Beliung Terjang Dua Kecamatan di Sumenep, 57 Rumah Warga Porak-Poranda

Penamadura.com, Sumenep 10 Maret 2019 – Bencana alam angin putting beliung menerjang puluhan rumah di dua Kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Masih melakukan pendataan rumah yang rusak.

Angin putting beliung yang disertai hujan deras menerjang empat Desa di dua Kecamatan yaitu Desa Poreh dan Tarogan Kecamatan Lenteng, Desa Kambingan dan Talang Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan, dilaporkan sementara putting beliung terjadi di empat desa di Kecamatan lenteng dan Saronggi dengan rincian kerusakan, di Desa Poreh dan Tarogan Kecamatan Lenteng sebanyak 46 rumah rusak berat dan rusak ringan, dan di Desa Kambingan timur dan Talango Kecamatan Saronggi ada 11 rumah rusak berat dan rusak ringan.

“di Kecamatan Lenteng 46 rumah rusak tersebar di Desa Poreh dan Tarogan sementara di Kecamatan Saronggi ada 11 rumah rusak tersebar di Desa Kambingan timur dan Talang,” kata Abd Rahman, Kepala BPBD Sumenep, Ahad (10/03/2019).

Kerusakan rumah terbanyak ada di Desa Tarogan, BPBD bersama TNI dan Polri dan masyarakat bersama-sama melakukan pembersihan puing-puingn bangunan yang rusak, dalam kejadian tersebut menurut laporan BPBD tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa hanya kerusakan rumah dan toko milik warga dan terparah di Desa Tarogan,” terang rahman.

Nurrahman (40), warga Talang  Saronggi mengatakan kejadian agin putting beliung datang secara tiba-tiba dari arah barat ketimur dan langsung mengamuk, warga langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Anginnya kencang berputar-putar dari barat ketimur saya langsung lari keluar rumah,” kata Nurrahman.

Angin putting beliung yang memporak porandakan sejumlah rumah warga di Kecamatan Lenteng dan Saronggi tersebut terjadi sekitar pukul 13.00. wib, disertai hujan, beruntung tidak ada korban jiwa namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed