oleh

Peresmian Lapangan TSB Milik PT KEI di Surabaya Menuai Protes

Pena Madura, Sumenep, Kamis 21 Maret 2019 – Aktivis pemuda di Sumenep protes Peresmian Penyaluran Gas Lapangan Terang, Sirasun, dan Batur (TSB) Fase-2 lepas pantai (Offshore) di sekitar Kepulauan Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), milik PT Energi Mega Persada melalui anak perusahaannya, Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd.

Ketua Forum Kesatuan Pemuda Sumenep (Fokus) Imam Arifin mengatakan, seharusnya kegiatan tersebut dilakukan di Kabupaten Sumenep, sebab yang merasakan dampak dari Eksploitasi Migas tersebut adalah masyarakat Sumenep, bukan masyarakat Surabaya. Sehingga, masyarakat yang berada di ujung timur pulau garam Madura ini mengetahuinya.

Aktivis PMII Sumenep ini menerangkan, semua masyarakat tahu Kabupaten Sumenep memang kaya dengan ladang migas, namun fakta dilapangan dan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan di bumi Sumekar ini masih cukup tingi, yakni menduduki posisi keempat (4) dari enam (6) Kabupaten Kota termiskin di Jawa Timur.

“Sebagai daerah penghasil migas, meski liftingnya dimiliki provinsi atau pusat sekalipun, tingkat perekonomian masyarakat Sumenep semestinya menjadi perioritas. Bukan sebaliknya, pemenuhan hak dasar masyarakat, utamanya kesejahteraan wilayah terdampak, masih jauh dari harapan bersama,” terang Imam, Kamis (21/03/2019).

Imam, menuding Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, dan perusahaan migas terkesan sangat kompak menyembunyikannya berbagai persoalan terkait kewajiban yang seharusnya diketahui diketahui dan dirasakan masyarakat Sumenep, seperti transparansi Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan pengelolaan CSR Migas yang ada di Sumenep.

“selama ini tidak ada transparansi dalam DBH migas dan pengelolaan CSR Migas misalnya,” terangnya.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Sumenep, Abd. Kahir, saat dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut mengaku tidak tahu menahu terkait peresmian Penyaluran Gas Lapangan TSB fase-2 tersebut.

“Saya tidak diundang, jadi saya tidak tahu,” kata Abd Kahir.

Menurut Kahir, Jika memang ada peresmian  Penyaluran Gas Lapangan Terang, Sirasun, dan Batur (TSB) Fase-2 lepas pantai (Offshore) Terang Sirasun Batur (TSB) di sekitar Kepulauan Kangean, seharusnya dilakukan di Sumenep.

“Ya, seharusnya di Sumenep,” ujarnya.

Peresmian Penyaluran Gas Lapangan Terang, Sirasun, dan Batur (TSB) Fase-2 lepas pantai (Offshore) Terang Sirasun Batur (TSB) di sekitar Kepulauan Kangean, di Surabaya, informasinya dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan. (Man/Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed