oleh

Nasib Pengrajin Topeng Mulai Terpinggirkan Pasca Jatuhnya Soeharto

Penamadura.com, Sumenep 3 November 2018 – Pengrajin Topeng di Sumenep Madura Jawa timur terus merosot jumlahnya sejak beberapa tahun terakhir ini, kondisi tersebut disebabkan minimnya perhatian Pemerintah terhadai kesenian topeng yang merupakan budaya leluhur Bangsa.

Salah satu pengrajin sekaligus pemain kesenian Topeng, Ahmad (50) warga Desa Marengan Daya Kecamatan Kalianget Sumenep, mengaku sejak bangkitnya reformasi nasib kesenian topeng makin terpinggirkan dari panggung kesenian yang sering ditampilkan Pemerintah.

“Kesenian topeng beberapa tahun terakhir ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah, terbukti ketika ada kegiatan Pemerintah jarang menampilkan kesenian topeng” kata Ahmad, pengrajin Topeng, Sabtu (03/11/2018).

Menurut Ahmad, Pada jaman orde baru kesenian topeng sangat diperhatikan oleh Pemerintah, bahkan dirinya sering di undang untuk menampilkan kesenian topeng diluar negeri dan ternyata respon diluar negeri sangat luar biasa mereka sangat menghargai kesenian, sehingga pihaknya sering mendapat pesanan topeng dari luar negeri.

“dulu saya sering tampil diundang diluar negeri bermain kesenian topeng dan respon dunia luar ternyata luar biasa” kata Ahmad, menambahkan.

Namun sejak bangkitnya reformasi di Indonesia, perhatian terhadap kesenian topeng nyaris hilang, pada sebeum Presiden Soeharto lengser dirinya sempat mendapat undangan istana untuk menampilkan kesenian topeng tersebut, namun beberapa hari sebelum tampil di Istana ternyata Presiden soeharto dilengserkan dari kekuasannya, sehingg ia gagal tampil di Istana.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed