oleh

Napi Narkoba Keluyuran, Kesaksian Warga Rutan Kangean Seperti “Surga” Para Napi

Pena Madura, Sumenep 27 Juli 2019 – Pasca Napi Rutan Kangean di tangkap Polisi karena keluyuran di Pelabuhan Batu Guluk terus menjadi perbincangan publik, bahkan sejumlah warga Pulau Kangean mengaku resah karena sering melihat Napi bebas keluar masuk rutan.

Napi keluar masuk rutan Kangean sepertinya sudah menjadi rahasia umum yang sering dikeluhkan warga bahkan juga aparat kepolisian, sebab rutan yang seharusnya menjadi tempat pembinaan para napi agar ada efek jera dari perbuatannya yang negatif, fakta yang sering disaksikan masyarakat justru rutan kangean menjadi sorga para napi.

Seperti yang diceritakan MR, pihaknya mengaku sangat resah dengan keberadaan para napi yang bebas keluar masuk kapan saja mereka (para napi) mau, MR mengaku sudah sering menyampaikan hal tersebut kepada petinggi rutan setempat maupun pihak kepolisian.

“Rutan Arjasa itu bukan lagi penjara buat napi, tapi sorga buat napi karena bebas keluyuran keluar jalan-jalan sama istrinya,” kata MR, Sabtu (27/07/2019).

Meskipun di pintu masuk Rutan terpampang peraturan jam besuk itu tidak ada berlaku, karena napi itu bebas kapan saja mau keluar, bahkan pihaknya mengaku menyaksikan sendiri ada napi yang pegang kunci tukang buka pintu disana.

Di duga kuat para napi yang bebas keluar masuk Rutan tersebut menjadi pengendali peredaran narkoba di Pulau Kangean, aktivitas napi keluar masuk tersebut bahkan di abadikan menggunakan kamera hanphone oleh warga, dan setelah kejadian tersebut konon cat pintu rutan langsung di ganti warnanya merah yang sebelumnya berwarna abu-abu.

MR menduga bebasnya napi keluar masuk rutan tersebut ada indikasi kuat keterlibatan oknum sipir, karena kalau tidak ada oknum yang terlibat tidak mungkin napi itu bebas keluar masuk.

“Mengapa dia (napi) bebas keluar masuk, ya jeruk minum jeruk antara sipir dan napi itu,” terangnya.

Kondisi di rutan kangean yang tidak seperti rutan pada umumnya membuat masyarakat khawatir, sebab jika para napi narkoba bebas keluar masuk, mereka di khawatirkan akan mempengaruhi warga lain untuk terlibat dalam kasus narkoba terutama anak-anak dan remaja, sehingga perlu ada perhatian serius dari pihak terkait agar rutan kangean benar-benar menjadi tempat pembinaan para narapidana agar tidak mengulangi perbuatannya yang negatif.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed