oleh

Memaksa Bukti Cinta Ceweknya Pemuda Bejat di Sumenep Berusan dengan Polisi

Pena Madura, Sumenep 09 Juni 2018 – Gara-gara cinta terlarang, seorang pemuda di Sumenep Madura Jawa Timur, harus berurusan dengan polisi karena memaksa pacarnya untuk membuktikan cintanya di dalam kamar, tragisnya bukti cinta yang dimintanya terulang hingga sebanyak 5 kali.

Pemuda yang memaksa pacarnya untuk membuktikan rasa cintanya tersebut bernama, Ahmad Seiri (30), warga dusun Napote Ambunten tengah Sumenep, ia memaksa perempuan pujaannya I-Y (17) yang masih berstatus pelajar untuk membuktikan cintanya berdua di dalam kamar di sebuah lembaga pendidikan di desanya.

Akp. Abdul Mukit, kabag humas polrels sumenep, menyampaikan dalam sebuah rilisnya kepada awak media, peristiwa cabul tersebut terjadi pada bulan April 2016 lalu, tersangka tak beradab tersebut mendatangi korban di kamarnya saat kondisi sepi dan memaksanya untuk membuktikan rasa cintanya.

“tersangka mendatangi korban di kamarnya dan memaksa korban untuk membuktikan cintanya” kata Abd Mukit, kabag humas polres sumenep, sabtu (09/06/2018).

Tak cukup sekali itu saja, ternyata tersangka kembali mengulangi perbuatan bejatnya hingga 5 kali dalam jangka waktu beberapa bulan hingga pertengahan 2017 lalu, setelah puas memperdayai korban, tersangka justru tak mau bertanggungjawab dan kabur ke kalimantan.

Kemudian karena tidak ada kabar apapun dari pihak korban, tersangka merasa sudah aman dan kembali dari pelariannya pulang ke kampung halamannya, saat itulah tersangka langsung di amankan polisi dan di bawa ke polres sumenep untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya tersebut.

“tersangka sempat kabur ke daerah kalimantan beberapa bulan, dan saat kembali langsung kita amankan atas lapotan orang tua korban,” kata mukit menambahkan.

Terungkapnya pelaku bejat tersangka atas laporan orang tua korban yang merasa tidak terima dengan perlakukan tersangka yang memperdaya buah hatinya dan merenggut mahkotanya. Barang Bukti yang di sita polisi baju kaos lengan pendek warna biru, sarung warna biru motif batik, celana dalam warna biru dan BH warna merah muda milik korban. (Man/ Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed