oleh

Mahfud Arifin, Ketua TKD Jatim Ajak Ulama Madura Optimalkan Pemenangan Jokowi Ma’ruf 70 Persen

Penamadura.com, Sumenep 02 Maret 2019 – Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa timur, Irjen. Pol (Purn) Mahfudz Arifin, ajak Ulama dan Kiyai Kampung di Madura Mengoptimalkan pemenangan Capres Jokowi-Ma’ruf, pihaknya mengklaim melihat aura kemenangan pasangan 01 di Madura sekitar 70 persen.

Mahfuz Arifin, Ketua TKD Jawa timur Jokowi Ma’ruf melakukan silaturrahmi dengan sejumlah Ulama dan Tokoh masyarakat Madura di Pondok Pesntren Al-Ifadah Desa Cangkreng Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Dalam sambutannya mantan Kapolda Jawa timur teresebut mengajak para ulama dan kiyai kampong di Sumenep bersama-sama mengoptimalkan pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Madura.

“kami menyampaikan tentang sedikit perjuangan bagaimana mengoptimalkan pemenangan pak Jokowi, saya melihat di Madura ini bahwa aura kemenangannya sudah sangat luar biasa,” kata Irjen Pol (purn) Mahfud Arifin, ketua TKD Jatim, Sabtu (02/03/2019).

Mahfud mengakui pada Pilres 2014 lalu Jokowi di Madura di empat kabupaten kalah dari Prabowo termasuk di Sumenep hanya memperoleh suara 44 persen, pihaknya berharap pada pilres 17 April mendatang angka kemenangan Jokowi di Madura bisa di balik di angka 70 persen.

“kalau dulu 2014 sepi amat kita dibalik balik 28, 20 persen tapi di Sumenep termasuk bagus 44 persen, mudah-mudahan nanti bisa dibalik bisa 70 persen untuk pak jokowi,” terang Mahfudz.

Mantan orang nomor satu di jajarang kepolisian daerah jawa timur tersebut juga sempat merespon kunjungan capres 02 di Sumenep beberapa waktu lalu, menurutnya kunjungan tersebut justru menyebabkan banyak dukungan kiyai beralih ke capres 01, karena menurutnya prabowo sempat marah-marah di depan sejumlah ulama, bahkan ia juga mengklaim warga yang hadir pada kkunjungan prabowo banyak dari pendukung 01 melihat.

“marah-marah kiyai-kiyai itu masak di marah-marah kiyai dimarah-marah gitu iya kan gitu gak ngefek itu yang datang endak semuanya 02 itu banyak dari 01 melihat itu, jadi ada kepanikan kejadian di sampang itu adalah bentuk ketakutan bahwa pendukung pak jokowi ma’ruf sudah sangat marak di Madura ini,” pungkasnya.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed