oleh

Lama Tertahan di Pelabuhan, Warga Pulau Kangean Serbu Kapal Barang

Pena Madura, Sumenep, Kamis 25 Januari 2018 – Akibat sudah lama tertahan di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten  Sumenep, Madura, Jawa Timur Warga Kepulauan Kangean menyerbu kapal barang Perintis Catherine S yang hendak melakukan pelayaran.

Warga kepulauan ingin cepat-cepat pulang ke kampung halaman, karena ada yang sudah satu minggu tertahan di pelabuhan kalianget, sejak cuaca buruk melanda perairan Kepulauan Sumenep. Meski hanya kapal barang, warga mengaku tidak masalah asalkan bisa cepat sampai ke Pulau Kangean.

“Dari pada tidak bisa pulang tidak apa-apa meskipun kapal barang, desak-desakan tidak apa-apa asalkan bisa pulang ke rumah. Kapal ini sebenarnya tidak layak, tapi mau bagaimana lagi,” ujar Pak Maila warga Mamburit Kepulauan Kangean Sumenep, Kamis (25/1/2018).

Pak Maila menambahkan, selama tertahan di Pelabuhan Kalianget, bekal yang dibawanya sudah habis. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep lebih perduli kepada warga kepulauan dengan menyediakan kapal penumpang yang layak.

“Saya sudah kehabisan bekal, dari pada tidak makan mendingan saya ikut kapal barang ini meskipun tidak layak untuk penumpang. Seharusnya bapak Bupati Sumenep lebih perhatian lah pada warga kepulauan,” tambahnya.

Sementara pihak otoritas Syahbandar Pelabuhan Kaliaget membenarkan jika hingga saat ini perairan Sumenep, khususnya Pulau Kangean dan Masalembu masih terjadi cuaca buruk dengan ketinggian ombak mencapai 3 meter.

“Mengacu pada prakiraan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, perkiraan cuaca ektrim mulai tanggal 22 hingga 30 Januari 2018.  Untuk aktivitas pelayaran di Sumenep, masih memberikan toleransi untuk rute pulau terdekat, seperti Sapudi dan Jangkar Situbondo” terang Welliyanto Petugas Keselamatan Berlayar Syahbandar Kalianget.

“Untuk kapal Perintis yang akan berangkat pada pukul 14.00 WIB itu, jurusan ke Pulau Sapudi makanya kita izinkan. Untuk berlayar ke Pulau Kangean Selanjutnya nanti pihak Syahbandar Pelabuhan Sapudi yang akan memberikan penundaan terkait kondisi cuaca,” tambahnya.(EmHa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed