oleh

Lagi, Nelayan di Sumenep Tangkap Nelayan Sarkak, kenapa?

Penamadura.com, Sumenep 28 Februari 2019 – Kasus penangkapan Nelayan oleh Nelayan kembali terjadi di Sumenep Madura Jawa timur, padahal penangkapan nelayan yang di duga melakukan pelanggaran atau merugikan orang lain seharusnya dilakukan oleh satpolair.

Selama Bulan Februari 2019, sedikitnya sudah dua kali terjadi kasus penangkapan nelayan yang mencari ikan di wilayah perairan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Penangkapan dilakukan oleh sejumlah nelayan yang merasa dirugikan oleh nelayan lain yang mencari ikan menggunakan jaring sarkak.

Penangkapan pertama 18 Februari 2019 lalu. empat nelayan asal Kecamatan Dungek ditangkap oleh sejumlah nelayan karena diduga menangkap ikn menggunakan alat tangkap jenis sarkak. Setelah ditangkap para nelayan tersebut kemudian diserahkan ke Satpolair Polres Sumenep yang diantarkan oleh puluhan nelayan.

Penangkapan menimbulkan protes dari sejumlah nelayan dan ramai-ramai mendatangi Satpolair Polres Sumenep diPelabuhan Kalianget, meminta rekan mereka sesama nelayan dilepas karena yang melakukan penangkapan bukan pihak keamanan, dalam hal ini Satpolair

Kemudian insiden nelayan menangkap nelayan yang kedua terjadi pagi hari ini 28 Februari 2019. nelayan yang ditangkap berasal dari luar daerah, yaitu Kabupaten Pamekasan atas nama Syukur. Dia ditangkap nelayan Kecamatan Talango saat mencari ikan di wilayah perairan Sumenep.

saat dikonfirmasi Kasatpolair, Ludwi Yarsa P, mengaku Mengenai alasan yang bersangkutan ditangkap dan kemudian dibawah ke Satpolair Polres Sumenep, menurut kasatpolair pihaknya masih akan menggali informasi lebih mendalam terkait kasus penangkapan nelayan oleh nelayan lain tersebut.

“masih akan menggali informasi lebih mendalam terkait penangkapan nelayan tersebut,” kata Akp. Ludwi Yarsa P, Kasatpolair Polres Sumenep, kamis (28/02/2019).

Saat ditanya mengenai bagaiamana sebenarnya pengawasan yang dilakukan Satpoalir Polres Sumenep selama ini, Kenapa sampai terjadi insiden nelayan menangkap nelayan terebut, Ludwi mengatakan, pihaknya sudah selalu melaksanakan kegiatan patroli, baik rutin maupun prioritas.

“sebagaimana diketahui, wilayah perairan kita sangat luas dan kegiatan kami juga banyak, sehingga pengawasannya tidak bisa maksimal,” ungkapnya.

Satpolair Polres Sumenep berharap pihak terkait dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep lebih intensif melakukan sosialisasi kepada para nelayan terkait aturan penggunaan alat tangkap sehingga tidak menimbulkan konflik diantara para nelayan.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed