Pena Madura, Sumenep, Senin 26 Februari 2018 – Akibat hujan deras mengguyur Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kota Sumenep dikepung banjir dari segala penjuru. Selain aktivitas di jalan protokol terganggu, beberapa kantor pelayanan publik juga terganggu karena air masuk kedalam ruangan. Senin 26 Februari 2017

Bahkan di jalan protokol utama, yakni Jalan Trunojoyo, genangan air sampai diatas lutut orang dewasa. Bahkan akses dari arah utara terpaksa ditutup separuh untuk menghindari kecelakaan.

Yang terparah, banjir terjadi di Kelurahan Pajagalan Sumenep. Mulai dari Jalan Dr. Wahidin, Jalan Sludang dan jalan Kamboja, genangan air sangat tinggi.

Bahkan sejumlah siswa SDN Pajagalan I terpaksa menerobos banjir hingga setinggi lutut saat hendak pulang. Sebagian orang tua yang khawatir akan keselamatan anaknya memilih menjemputnya ke sekolah.

Sementara di Jalan Sludang, puluhan pengendara dari arah timur harus rela mendorong sepedanya karena macet mesinnya kemasukan air.

Iwan, salah satu pengendara yang kendaraannya menyesalkan jeleknya saluran drainase di kota Sumenep. Pria yang berjualan pentol itu, terpaksa membongkar mesinnya yang macet karena kemasukan air.

“Ini macet sejak di Jalan Kamboja mas, sebelumnya saya dari kalianget enak-enak saja. Saya sampai capek ini mas,” kesalnya sambil memperbaiki sepedanya yang macet.

Anehnya, genangan air yang cukup tinggi juga terjadi di Jalan Kamboja, tepatnya didepan Kantor Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, dinas yang seharusnya mengelola dengan baik tata ruang Kota Sumenep.

Selain jalan protokol, banjir juga masuk ke ruang pelayanan laboratorium Fortuna, di Jalan Trunojoyo Kota Sumenep. Akibat banjir, lab tersebut terpaksa harus menghentikan sementara pelayanan dan memilih tutup. Para karyawan di lab kesehatan tersebut terpaksa harus bekerja bakti membersihakan ruang pelayanannya.

“Airnya tinggi mas, sampai diatas lutut tadi. Beruntung tadi saya cepat-cepat menutup pintu, sehingga air sedikit bisa dibendung,” uangkap Dedi, salah satu karyawan.

Dedi berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep segera mencarikan solusi atas banjir yang belakangan ini akrab di Kota Sumenep. Setiap hujan deras, kata Dedi, kantornya selalu saja terganggu karena jalan didepan kantornya banjir dan mengganggu aktivitas layanan kesehatan di laboratorium kesehatannya. (EmHa/Man).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed