Komisi II DPRD Sumenep Desak Pemkab Lakukan Trobosan Tataniaga Garam

0
Komisi II DPRD Sumenep Desak Pemkab Lakukan Trobosan Tataniaga Garam

Pena Madura, Sumenep, 22 Juni 2020 – Anjloknya harga garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapatkan sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep. Karena selain harganya murah serapan garam hasil produksi tahun 2019 itu juga minim sehingga sangat merugikan petani.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Kholik, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kedepan untuk malakukan trobosan serta menyediakan anggaran untuk penanganan garam rakyat. Hal itu agar kejadian seperti saat ini tidak terus berulang kedepannya.

“Kami melihat saat ini pemerintah seakan tidak ada perhatian kepada petani garam di Sumenep. Petani garam sekan dibiarkan berjuang sendiri menghadapi pasar bebas, padahal petani garam di Sumenep jumlahnya banyak,” katanya, Senin (22/6/2019).

Selain itu, pokitisi Gerindra dari Dapil II itu meminta agar kedepan Pemkab Sumenep melakukan trobosan soal garam, baik kebijakan hingga menyediakan anggaran khusus. Misalnya membuat program bagaimana garam petani di Sumenep kualitasnya meningkat.

“Saat ini tidak ada anggaran khusus yang disiapkan pemerintah untuk tataniaga garam. Jadi kasihan petani selalu dihadapkan pada minimnya serapan dan ujung-ujungnya harganya murah tak berpihak piada mereka,” tambahnya.

Sementara terkait minimnya serapan garam rakyat di Sumenep, ia mengaku akan melakukan langkah kepada PT Garam yang sudah berkantor di Sumenep. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat hingga kini PT Garam dinilai belum membawa manfaat bagi petani.

“Kami akan mengupayakan mempertanyakan kepada PT Garam, kenapa serapan garam rakyat sangat minim sehingga banyak garam petani yang tidak terserap,” tuturnya.

Perku diketahui, petani garam di Sumenep was-was untuk menggarap lahannya dimusim kemarau tahun ini. Hal itu karena hasil produksi garam petani Sumenep tahun 2019 lalu hingga kini banyak yangvtidak terserap mencapai 90.000 ton.

Sementara harga garam rakyat di Sumenep, saat ini anjlok diharga Rp 350.000 perton untuk KW1 dan Rp 250.000 untuk KW2. Dengan harga semurah itu, petani garan mengaku rugi tidak sesui dengan biaya produksi dan pengakutannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.