oleh

Kisah Perempuan Penjual Rujak Keliling, Ternyata Pelanggannya diluar Dugaan

Pena Madura, Sumenep 30Juli 2020 – Himpitan ekonomi ditengah mewabahnya Virus Corona dirasakan hampir semua orang, pengusaha besar hingga pengusahan paling kecil. Sabar dan tekun menjadi motivasi utama seorang penjual rujak keliling di Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Statusnya sebagai ibu rumah tangga tak membuat seorang perempuan paruh baya bernama Juhariyah (40), patah arang untuk bekerja ditengah wabah Covid-19 yang melumpuhkan sendi-sendi perekonomian sejak beberapa bulan terakhir, hampir semua orang mengeluh karena kebutuhan hidupnya tersendat.

“Alhamdulillah ada saja rejeki yang penting sabar dan terus berusaha,” kata Ibu Juhariyah, Penjual rujak keliling, Kamis (30/07/2020).

Ibu paruh baya tersebut mengaku sudah menekuni usaha menjadi penjual rujak keliling sejak tahun 2015 lalu, warga yang tinggal di Desa Pangarangam Kecamatan Kota tersebut mengaku dulunya ia berjualan sayur keliling, namun seiring waktu saingannya semakin banyak sehingga sayur jualannya sering banyak tidak laku.

“Dulu saya jualan sayur keliling, lama-lama saingan makin banyak dan sayur sering tersisa banyak karena tidak laku,” terangnya.

Menu yang disediakan Bu Ju panggilan akrabnya, tidak hanya berjualan rujak cingur, namun ada juga rujak petis, soto babat dan rujak selingkuh, berjualannya juga keliling menemui pelanggannya yang setiap menghubunginya melalui telpon. ia sengaja memasang dua nomor telpon dirombongnya agar pelanggannya kapan saja butuh langsung menghubunginya dan harganya sangat terjangkau cukup dengan uang receh Rp. 10.000 pelanggannya dijamin sudah kenyang.(Man/Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed