oleh

Keluarga Pasien Covid Yang Kabur ditracking Tim Covid, Bagaimana Hasilnya

Pena Madura, Sumenep 09 Juli 2020 – Satgas covid-19 Kabupaten Sumenep melakukan tracking dan pemeriksaan terhadap keluarga pasien covid-19 yang kabur dari ruang isolasi rumah sakit Daerah Mohammad Anwar sumenep beberapa hari kemaren.

Pasien tersebut diketahui kabur karena hendak mengadzani sendiri anaknya yang baru lahir di salah satu puskesmas di Kecamatan Kota Sumenep, setelah mengadzani anaknya sang pasien pun langsung kembali ke rumah sakit untuk menjalani isolasi.

Setelah melahirkan empat hari lalu ibu bayi, fitri (30) mengaku sangat khawatir, namun setelah dilakukan rapid test oleh tim covid Kabupaten Sumenep terhadap ibu dan bayinya, ia mengaku sangat senang karena hasilnya ternyata non reaktif.

“rasanya senang tidak takut lagi kalau sudah di nyatakan non reaktif,” kata Fitri, kamis (09/07/2020).

Tracking terhadap keluarga pasien terkonfirmasi dilakukan tim satgas covid-19 Kabupaten Sumenep untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, disamping itu agar keluarga maupun pasien covid tidak di kucilkan ditengah-tengah masyarakat lantaran diketahui terconfirasi covid-19.

“kita dari tim gugus kabupaten sumenep melakukan tindakan tracking untuk keluarga yang atas nama bapak hanafi yang keluar dari rumah sakit menyambangi istrinyayang mau melahirkan,” Kusmawati, tim covid-19 Kabupaten Sumenep.

Warga yang sudah dilakukan tracking dan pemeriksaan rapid test dan hasilnya diketahui non rekatif, yang bersangkutan akan segera mendapatkan surat keterangan non reaktif dari Puskesmas Manding agar mereka diperlakukan biasa oleh warga setempat.

“dengan pemeriksaan rapid ini masyarakat yang sebelumnya mengucilkan insyaallah dengan keternagan dari puskesmas manding akan memberikan bukti bahwa dari anggota keluarga ini hasilnya non reaktif,”terang Kusmawati.

Suaminya Fitri saat ini menjalani isolasi di rumah sakit sumenep karena terkonfirmasi covid-19 dari hasil tracking yang dilkukan puskesmas Batuan karena merupakan kontak erat dari salah satu karyawan perusahaan rokok tanjung odi yang di nyatakan positif pada akhir juni lalu.(Man/Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed