oleh

Kapal Baru DBS 3 Telan 39 M, ini Sumber Anggarannya

PenaMadura, Sumenep 14 Agustus 2018 – Pembuatan kapal baru milik Pemerintah Kabupaten Sumenep Dharma Bahari Sumekar III saat ini sudah mencapai 90 persen, Pembuatan kapal Milik Pemkab Sumenep tersebut menghabiskan anggaran 39 M dan rencananya akan mulai beroperasi awal 2019 mendatang.

Pembuatan kapal tersebut sebenarnya sudah di rencanakan sejak tahun 2013 lalu dengan bantuan dana awal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar 22 M, sementara sisanya Rp. 17 M di anggarkan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui APBD.

Setelah melalui proses panjang akhirnya rencana pembuatan kapal tersebut baru terealisasi tahun ini 2018 dan di perkirakan akan rampung dan diserah terimakan ke pemerintah daerah pada Bulan Oktober 2018 nanti bertepatan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep.

“Rencananya kalau semua persiapannya sudah selesai kapal tersebut akan di serah terimakan Oktober 2018 nanti kepada Pemkab Sumenep” kata Sustono, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Sumenep, Selasa (14/08/2018).

Saat di turunkan ke air pada selasa (14/08) Kapal “Dharma Bahari Sumekar III” tersebut di saksikan Pejabat Pemerintah Kabupaten Sumenep, antara lain Achmad Fauzi (wakil Bupati Sumenep) Dinas Perhubungan Provinsi jawa timur dan sejumlah pejabat penting Kabupaten Sumenep,

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, mengaku bersyukur akhirnya kapal yang di tunggu-tunggu masyarakat Sumenep bisa selesai tepat waktu sehingga sesuai rencana kapal baru tersebut akan di operasikan pada awal tahun 2019 mendatang.

“Saya bersyukur akhirnya Kapal ini bisa selesai tepat waktu sesuai rencana dan InsyaAllah awal 2019 akan mulai di operasikan” kata Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep, rabu (15/08/2018).

Kapal Dharma Bahari Sumekar III tersebut di desain khusus agar lebih tahan terhadap Ombak dengan kapasitas muat 300 penumpang, 6 buah mobil roda 4, 75 kendaraan bermotor dan muatan 75 ton, dengan kecepatan sekitar 15-20 knot perjam.

Komisi 3 DPRD Kabupaten Sumenep telah meninjau proses pembuatan kapal tersebut oleh PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia, Kabupaten Bangkalan Madura. Dalam kunjungan tersebut Komisi 3 DPRD Sumenep meminta agar ada perubahan specifikasi dari sebelumnya tempat penumpang menggunakan tempat duduk atau kursi semua, agar separuh tempat penumpang di rubah menjadi tempat tidur karena jarak tempuh antara Pelabuhan kalianget-Kangean dan Sapeken sangat jauh.

“Awalnya tempat penumpang semuanya tempat duduk, kami meminta separuh di rubah menjadi tempat tidur karena kasian penumpang apalagi perjalanannya cukup jauh kalianget-kangean” kata Moh. Sukri, sekretaris komisi 3 DPRD Sumenep.

Selain itu komisi 3 juga meminta agar ruangan penumpang di buat lebih nyaman dan seluruh ruangan full AC, dan tempat penumpang di buat sebagus mungkin sehingga penumpang di dalam kapal nanti merasa nyaman, tidak seperti selama ini penumpang dan barang menjadi satu sehingga penumpang merasa tidak di hargai di dalam kapal bahkan meski sudah memiliki tiket namun penumpang belum mendapatkan tempat yang layak.

“Kita minta ruangan ada AC nya agar tidak panas dan penumpang ada tempat yang layak di pisah dengan barang-barang” kata Sukri, menambahkan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep sebenarnya sudah memiliki dua Kapal yang melayani rute Kalianget-Kangean dan Sapeken yaitu Dharma Bahari Sumekar I dan II, namun sejak sekitar 5 tahun yang lalu hanya tinggal satu yang beropersi yaitu Dharma Bahari Sumekar I, Sedangkan Dharma Bahari Sumekar II sudah tidak layak jalan dan di kandaskan di Pelabuhan Kalianget.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed