oleh

Kamera Dirampas, Jurnalis Kompas TV Lapor Polisi

Pena Madura, Sumenep, 23 Januari 2018 – Jurnalis Kompas TV Sumenep, Nur Khalis yang mendapatkan perlakuan perampasan kamera melapor ke polisi. Perlakuan kurang mengenakkan yang dialaminya saat meliput peristiwa kebakaran di PT Panda Coco Charcoal di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto itu dia adukan ke Polres Sumenep.

Ia resmi membuat laporan polisi Selasa malam (22/01/2019) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumenep dan mendapatkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nur Khalis bernomor: LP/10/1/2019/JATIM/RES SMP. Adapun terlapor dalam LP tersebut atas nama Avazbek Ishbaev yang diketahui merupakan warga negara Uzbekistan.

Dalam laporan tersebut, pria yang akrab disapa Abil itu melaporkan terlapor atas perkara tindak pidana dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan peliputan Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Perkara ini berawal saat Abil liputan peristiwa kebakaran pabrik briket arang batok kelapa di perusahaan dimaksud. Saat itu, kamera yang dipakai untuk mengambil gambar tiba-tiba dirampas tanpa alasan yang jelas. Bahkan dia sempat diusir dari lokasi kejadian.

“Setelah ambil gambar sekitar 6 sampai 7 take, seseorang pakai kaos tiba-tiba mengambil kamera. Saya sempat menjelaskan sudah dapat izin dari anggota Polsek. Tapi tak dihiraukan. Lalu meminta saya dan seorang teman keluar dari lokasi,” tutur dia.

Abil mengaku heran kenapa tiba-tiba kameranya dirampas. Padahal, menurut dia, dirinya sama sekali tak memiliki maksud jahat. Apalagi dia merasa sudah melakukan peliputan sesuai standar kerja jurnalistik. Termasuk menunjukkan tanda pengenal (ID Card).

Akibat kejadian tersebut, pria yang akrab disapa Abil ini gagal melakukan peliputan. Dia pun merasa dirugikan dengan kejadian yang dialaminya itu. “Makanya kami melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” ujarnya. (Emha/Man).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed