oleh

Heboh…Tanah Kebun Keluarkan Asap Panas Hebohkan Warga Kalianget Sumenep

Penamadura.com, Sumenep 17 Oktober 2018 – Sebuah fenomena alam hebohkan warga Desa Kalianget Barat Kabupaten Sumenep, Madur Jawa timur, tanah kebun di belakang rumah warga tiba-tiba mengeluarkan hawa panas luar biasa, kabar tersebut langsung tersebar dan membuat warga penasaran.

Sejak terdengar kabar penemuan fenomena langka tersebut, warga terus berdatangan dari berbagai tempat, mereka penasaran ingin melihat langsung dari jarak dekat dan membuktikan sendiri hawa panas seperti bara api yang keluar disekitar lokasi tersebut.

“Saya penasaran dengar dari teman-teman katanya ada tanah mengeluarkan asap panas seperti api, makanya saya datang kesini ingin melihat sendiri langsung”, kata Ica (35) warga sumenep.

Sejumlah warga yang datang berusaha membuktikan sendiri dengan menyulut tanah yang mengeluarkan asap panas tersebut, ada yang menggunakan daun pisang kering atau merebus telur ayam, ternyata sekitar 15 hingga 20 menit telur ayam mulai mateng.

Penemuan fenomena alam tersebut pertamakali ditemukan oleh pemilik kebun, Matsaleh (55), ia mengaku sejak puluhan tahun menjaga kebun tersebut dirinya tidak pernah menemukan fenomena langka tersebut, dan beberapa hari lalu dirinya bermaksud hendak menyabet rumput untuk pakan ternak sapinya, saat lewat dilokasi tersebut tiba-tiba kakinya merasa panas yang luar biasa.

“Kemaren itu saya mencari rumput untuk pakan ternak sapi, karena panas saya ingin bernaung saat lewat disini tiba-tiba kaki saya merasa panas luar biasa seperti terbakar” kata Matsaleh, pemilik kebun, Rabu (17/10/2018).

Kejadian tersebut diceritakan kepada tetangganya dan akhirnya kabar tersebut tersebar kewarga dan tiba-tiba banyak warga berdatangan untuk melihat kejadian aneh tersebut, bahkan pihak kepolisian polsek Kalianget telah masang polince line agar warga tidak mendekat karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed