oleh

Dua Korban Patah Tulang Gempa Sapudi Di Rawat di RSUD Moh. Anwar Sumenep Kondisinya Terus Membaik

Penamadura.com, Sumenep 17 Oktober 2018 –Dua korban Gempa Pulau Sapudi yang mengalami luka berat dan patah tulang saat ini ditangani di RSUD Moh. Anwar Sumenep. Pasca dilakukan tindakan oparasi bedah kedua korban kini kondisinya terus membaik.

Operasi bedah tulang kedua korban, yaitu Nasia (60) dan Rahmani (40) dilakukan di Rumah Sakit Daerah Moh. Anwar Sumenep yang melibatkan dokter spesialis bedah dari dokter Soetomo Sarabaya, Dokter Spesialis bedah dari TNI AD dan Rumah sakit Daerah Moh. Anwar Sumenep.

Saat ini dua korban tersebut masih menjalani perawatan pemulihan dan kondisinya terus dipantau oleh dokter yang menangani untuk memastikan kondisi perkembangna kesehatan korban terus membaik, sebab selain mengalami luka dan patah tulang, korban dan keluarga masih trauma dengan peristiwa gempa yang dialalaminya beberapa waktu lalu.

Prihatin dengan kondisi korban, Bupati Sumenep, KH. Busro Karim bersama Istri dating menjenguk dan memberikan santunan kepada korban yang masih terbaring diruang perawatan rumah sakit, Bupati meminta korban dan keluaganya bersabar dan mengikuti saran dokter agar menjelani perawatan hingga benar-benar sembuh.

“Mau dirawat sendiri gimana kalau kondisinya begini, biar disini dulu dirawat sampai sembuh” kata Bupati KH. Busro Karim, saat berbincang dengan keluarga korban.

Menurut pihak rumah sakit kondisi korban sebenarnya sudah terus membaik, namun tetap disarankan agar sabar menjalani perawatan dirumah sakit, karena luka dan patah tulang yang dialami korban perlu istirahat total agar bisa kembali pulih seperti semula.

“Kondisi korban sebenarnya sudah membaik, namun saya sarankan dirawat disini dulu karena setiap saat memerlukan dikontrol perkembangannya” kata Fitril Akbar, dirut RSD Moh. Anwar Sumenep.

Fitril, menambahkan melihat kondisi korban yang mengalami luka dan patah tulang itu biasanya perawatannya paling cepat selama tiga bulan atau 12 minggu harus perawatan terus, sehingga tidak boleh beraktivitas dulu.

“Biasanya selama delapan sampai dua belas minggu harus perawatan terus untuk menyembuhkan patah tulangnya” kata Fitril, menambahkan.

Melihat kondiri korban yang memelukan perawatan dalam waktu yang cukup lama dirumah sakit, Bupati Sumenep, berjanji akan membantu biaya hidup korban dan keluarganya selama di rumah sakit, apalagi kondisi rumah korban di Sapudi juga masih dalam perbaikan dan belum bisa ditempati.

“Kalau biaya makan minum keluarga yang jaga nanti kami bantulah” kata Bupati, pungkasnya.

Gempa bumi magneto 6,4 terjadi di Pulau Sapudi pada kamis dini hari (11/10/2018), sekitar pukul 1.40. wib saat warga sedang tidur, akibat kejadian tersebut tiga korban meninggal dunia, 37 korban mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan rumahnya yang ambruk, Sementara jumlah rumah yang rusak mencapai 691 yang sudah diverifikasi oleh tim PU Cipta Karya Provinsi Jawa timur.Man/EMha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed