oleh

Cegah Keramaian Polisi Hadang Rombongan Kuda Menari Hendak Mendatangi Hajatan

Penamadura, Sumenep 15 Oktober – Cegah keramaian di tengah pandemi covid-19 yang masih terus terjadi, anggota polsek Batang-Batang Kabupaten Sumenep hadang rombongan pawang kuda menari ditengah jalan.

Polisi juga mendatangi pemilik hajatan agar tidak menggelar hiburan pengantin kuda menari yang dapat menimbulkan kerumunan warga untuk memutus penyebaran covid-19 di kabupaten sumenep jawa timur.

Sedikitnya tiga mobil pick up bak terbuka yang mengangkut sejumlah kuda menari bersama puluhan pawangnya  yang melintas di depan mapolsek Batang-Batang dihentikan anggota Polsek setempat dan langsung di arahkan ke halaman mapolsek untuk diberikan pengarahan.

Para pawang kuda yang hendak memenuhi undangan sebuah hajatan sunatan di desa lombang kecamatan batang sempat kaget karena tiba-tiba diberhentikan oleh anggota polisi, namun setelah mendapatkan penjelasan dari kapolsek batang-batang Aiptu Taufik Hidayat, para pawang kuda menari tersebut akhirnya menerima dan bersedia kembali ke rumahnya di pulau poteran kecamatan talango.

“kapolsek batang-batang bersama koramil batang-batang melakukan pencegahan terhadap rombongan jaran pengaten didepan Polsek Batang-batang, menghentikan rombongan dari kuda dan diberikan pemahaman bahwa kegiatan ini bisa mengundang massa,” kata Akp. Widiarti, Humas Polres sumenep, Kamis (15/10/2020).

Setelah mendapat penjelasan dari Kapolsek, akhirnya mereka memahami dan kembali,  polisi juga mendatangni pemilik hajatan untuk memberikan himbauan agar tidak menggelar hiburan kuda penganten agar tidak menimbulkan kerumunan.

“Kapolsek juga mendatangi pemilik hajatan memberikan himbauan agar tidak mengadakan hiburan kalau hajatannya tidak apa-apa tetap lanjut,” terang Widiarti.

Akhirnya mereka memahami penjelasan kapolsek batang bersama koramil setempat, penghadangan rombongan mobil pick up yang membawa rombongan kuda menari tersebut bertujuan untuk mencegah keramaian agar dapat meminimalisir penyebaran covid-19 di kabupaten sumenep.(Man/Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed