Pena Madura, Sumenep, Senin 05 Maret 2018 – Inflasi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Bulan Februari 2018 terendah dibandingkan Kabuapaten/Kota se-Jawa Timur. Kondisi ini menunjukkan trend yang positif.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga kebutuhan pokok oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep di sejumlah pasar di Sumenep, inflasi Sumenep hanya sebesar 0,08 persen.

Inflasi Sumenep itu merupakan paling rendah dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur. Bahkan inflasi Sumenep masih lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur secara makro dan juga nasional.

“Inflasi Provinsi Jawa Timur Bulan Februari di angka 0,16 persen, sementara nasional di angka 0,17 persen. Sumenep hanya 0,08 persen jauh dibawahnya,” ujar Syaiful Rahman, Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Selasa (06/3/2018).

Menurut Syiful, inflasi sumenep itu juga lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun 2017 lalu. Bahkan kejadian itu merupakan inflasi Sumenep terendah dalam lima tahun terakhir.

“Inflasi Bulan Februari 2018 terendah dalam lima tahun terakhir, sementara pada Februari 2017 lalu merupakan inflasi tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni di angka 0,65 persen,” jelasnya.

Komoditas yang memberikan andil terbesar dalam inflasi yakni beras, bawang putih, dan makanan jadi berupa pecel. Sementara komoditas yang memberikan andil pada deflasi yakni telur ayam ras, daging sapi dan udang basah.

“Dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami inflasi, diantaranya makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang paling tinggi mengalami inflasi hingga 1,04 persen,” Syaiful melanjutkan.

Sementara dua kelompok lainnya mengalami deflasi. Diantaranya perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar deflasinya sebesar 0,02 persen.

Komoditas yang paling tinggi mendorong inflasi diantaranya bawang putih, karena di tahun ini pemerintah belum membukan kran impor, sementara produksi dalam negeri menurun akibat pengaruh cuaca, sehingga harga bawang putih naik.

“Beras juga menjadi komoditas utama yang mendorong inflasi, karena secara rata-rata harga beras di Bulan Februari masih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya meskipun di akhir Februari sudah terjadi sedikit penurunan,” tutupnya.(EmHa/Man).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed