oleh

Bentrok dengan Polisi Saat Aksi Tolak UU MD3, Mahasiswa Ancam Demo Polres

Pena Madura, Sumenep, Rabu 21 Februari 2018 – Puluhan massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Sumenep (GMS) yang melakukan aksi penolakan revisi Undang-Undang MD3, bentrok dengan aparat kepolisian yang berjaga. Bahkan salah satu mahasiswa sempat terlibat duel dengan salah satu polisi, sehingga memancing simpati dari massa aksi lainnya.

Bentrokan terjadi saat mahasiswa berusaha masuk ke kantor DPRD Sumenep, namun usaha mahasiswa mendapatkan hadangan dari aparat kepolisian yang berjaga. Bahkan salah satu mahasiswa mengaku terluka akibat bentrokan itu.

Bentrokan antara mahasiswa dan polisi baru mereda saat Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma menemui pendemo dan memberikan komitmennya dihadapan massa aksi.

Korlap aksi GMS, Mahfud Amin mengaku kecewa terhadap aparat kepolisian, karena salah satu peserta aksinya sampai ada yang terluka. mahfud menganggap kepolisian tidak mampu memediasi, karena tidak memberikan izin masuk ke Kantor DPRD Sumenep.

“Kita sudah mendapat izin dari Ketua DPRD, tapi polisi malah menghadang kami. Hak-hak kami dirampas pihak kepolisian,” ujarnnya usai aksi, Rabu (21/2/2018)

Bahkan Mahfud mengancam akan melakukan aksi ke Polres Sumenep terkait kejadian ini. Polres Sumenep dianggap tidak mampu memediasi aksi mahasiswa dengan DPRD Sumenep.

“Kita akan demo Polres Sumenep yang sudah tidak mampu memediasi teman-teman mahasiswa. Ketua DPRD sudah mempersilahkan semua massa aksi masuk kedalam, malah polisi yang tidak mengizinkan,” terangnya.

Aksi mahasiswa dari GMS ke Kantor DPRD Sumenep tersebut, untuk menolak revisi UU MD3 karena dianggap bertentangan dengan uud 45 pasal 28 d ayat 1. Dalam aksinya, mahasiswa berjalan mundur menuju kantor DPRD sambil membawa keranda. Mahasiswa juga melakukan sholat jenazah sebagai kritikan atas matinya demokrasi di Indonesia jika UU MD3 disahkan.(EmHa/Man).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed